Mobil jatuh

Categories Uncategorized

Selasa kemarin ketika kecelakaan sedan yang terjun bebas dari lantai 8 di Menara Jamsostek, sebenarnya aku berada di lokasi kejadian. Saat itu sedang berada di lantai 10, kebetulan kita sedang bertemu dengan customer service-nya Telkom.

Braakkkk…….

Tiba-tiba serasa gempa, jantungku berdegup kencang…..kata si Bapaknya, “biasa kok kayak gini”

“Mobil jatuh mobil jatuh”

banyak karyawan yang berlarian ke arah jendela. Setelah pamit kami segera turun untuk melihat apa yang terjadi. Sial…lift banyak banget isinya, orang-orang juga penasaran untuk melihat. Akhirnya masuk juga (heran lift-nya nggak meraung padahal udah banyak banget loh).

Wuihh..rame banget…aku ambil beberapa foto dan merekamnya dengan handphone-nya mbak Iin (sayang sekali nggak bisa diposting sekarang karena belum ditransfer).

menurut beberapa saksi mata (gaya kale) posisi mobil sebelumnya terbalik, dan setelah dibalikkan mereka melihat kalau si pengemudi sudah tidak bernyawa lagi (diperhalus, red).

Memang, setelah aku perhatikan pagar pembatasnya cuma dari aluminium, dan pengamannya hanya bantal beton buat nahan ban. kalau pembatas pagar aluminium, aku yakin kalau motor juga nabrak bakalan jebol..

ah..musibah tidak dapat diduga yah, padahal menurut berita si pengemudi itu telah bekerja selama 17 tahun di perusahaan itu, tentunya bukan sembarang pengemudi lagi.

tapi seperti postinganku sebelumnya, kapan kita mati??? Tiada yang tahu….

16 thoughts on “Mobil jatuh

  1. pagar pembatasnya cuma dari aluminium, dan pengamannya hanya bantal beton buat nahan banKasian ya, Kelalaian Pengelola Gedung yang tidak mementingkan Keselamatan Karyawan atau Pengunjung..! Kemarin aku sempat su'udzon sama si pengemudi… jangan2 dia Mabuk atau lagi Stress berat..! Kalo lihat kondisi pembatas yang cuma dari alumunium gitu ya… sekarang udah jelas Kesalahan dipihak Menara . Kejadian konyol seperti ini harusnya tidak sampai terjadi… Walopun ajal nggak ada yang bisa menentukan kepergiannya harus dengan cara yang kita kehendaki..! Inalillahi…

  2. tapi pihak pengelola tidak mau disalahkan karena udah dapat izin dari Dinas Bangunan, nggak ngerti siapa yang harus bertanggungjawab…tapi korban udah jatuh…

  3. kata dinas P2B, mereka baru bisa inspeksi 20 bangunan dari 400 bangunan tinggi di Jakarta,..Ngapain aja kerjaan mereka selama ini? dah dibayar pake uan rakyat tapi tetap rakyat juga yang jatuh dari ketinggian akibat keteledoran kerja meraka

  4. ikut nimbrung…gak tau kalo perdanya udah diubah ato belom, tapi setauku perda2 tata kota dan bangunan itu ada klausul denda kalau melanggar, sebagian pelaku pelanggaran lebih suka bayar denda daripada tunduk aturan. Nah, lucunya, dendanya biasanya dibayar duluan sebelum gedung dibangun hehehe…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *