Bajaj yang Dilema

Categories Uncategorized

Tentunya sudah kenal dengan angkutan darat yang satu ini. Bajaj dikenal sebagai sebuah produk dari perusahaan yaitu Bajaj Auto di India yang berdiri pada 29 November 1945. mendapat dukungan penuh dari pemerintah India, sekarang menjadi produk andalannya adalah Bajaj Fulsar, yang mirip-mirip Honda Tiger.

Ketika mendengar kata Bajaj, tentunya yang terbayang adalah sebuah kotak berwarna oranye, bersuara berisik, dan asapnya yang bikin sesak (Seperti di gambar). Semua pengendara kendaraan bermotor (terutama roda dua) sangat menghindari di belakang moda angkutan ini,

“semburan asapnya coy”

seorang teman pernah berkelakar,

“Hanya Abang Tukang Bajaj dan Tuhan yang tahu, kapan dia belok”

trus lagi,

“Bajaj: merasa mobil, perilaku motor”

Namun, kita nggak bisa bilang apa-apa. Seandainya si Abang Tukang Bajaj berdemo,
 “siapa yang memberi makan anak istri kami?”
“jangan cuma omong, kami juga ingin hidup layak”

Jangankan Pak Polisi, Gubernur sendiri tidak punya solusi mengatasinya. Mungkin ini usul saya: Semua bajaj diremajakan, jadi tidak berisik dan berasap tebal lagi jadi semua orang suka naik Bajaj. Seperti ini kali yaaaa



8 thoughts on “Bajaj yang Dilema

  1. wah aku malah kangen naik bajaj.. hehehe.. secara bajaj kendaraan paling gampang and asyik kalo mau ke pasar baru and senen dari kantorku dilapangan banteng hehehetapi aku setuju kalo cuma Tuhan dan si tukang bajaj yang tau .. belok kiri, kanan, ato belok 180 derajat.. heheh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *