Serasa Wartawan Perang

Categories Uncategorized

Massa benar-benar beringas sekarang. Kenaikan harga BBM memicu demonstrasi dimana-mana. Kemarin sepulang mengantar nanguda dari bandara sekitar pukul 13, di depan gedung MPR-DPR terjadi demo. Jalanan agak macet berhubung banyaknya metromini yang membawa demonstran parkir di tepi jalan.

Namun,
Sekitar pukul 17.30, ketika aku mau menjemput bang Ronald ke gedung Dharmala Shakti Sudirman, kelihatan di seberang jalan macet total. Tepat di depan universitas Atma Jaya, sekelompok demonstran sedang menjungkirbalikkan sebuah mobil avanza. Beruntung aku membawa kamera, sehingga beberapa moment aku ambil. Dan aku takut kalau mobil itu benar-benar meledak, karena jaraknya hanya 10 meter dari tempatku berdiri. Setelah aku ambil, aku langsung pergi.


dan akibatnya busway menjadi berhenti…………

dan tadi, sebelum posting di MPini, aku lihat di detik.com, avanza tersebut jadi juga dibakar
ternyata diketahui mobil tersebut adalah milik Kementrian Ristek (berplat merah).

Pertanyaan bagiku:

  • Apa yang menyebabkan orang-orang begitu kalap dengan “hobi” membumihanguskan sesuatu yang masih berguna seperti gedung dan kendaraan bila berdemo?
  • mengapa ada orang yang berpikir kalau aparat pemerintah itu adalah maling? (Seorang Bapak di sebelahku mengatakan demikian ketika mengetahui bahwa mobil yang digulingkan adalah milik pemerintah.
  • Apakah memang aparat pemerintah tidak punya sense of crisis, sehingga tidak mau tahu dengan krisis yang melanda masyarakat?

~~don’t kno why~~

9 thoughts on “Serasa Wartawan Perang

  1. Hmm…ati2 ya bang..kayaknya memang bakalan panas terus demo BBM ini…sampe momen pilpres kali ya. Btw soal persepsi tentang aparat pemerintah ini..gimana ya…semasa mahasiswa mereka demo pemerintah gini gitu..giliran bukaan lowongan PNS musti ikut antri juga kok mereka…dan kalo dah masuk…jadi iklan panadol deh…"sudah lupa tuh!". Bukti nyata ntu mahasiswa2 yang vokal di 1998…dah masuk Dewan adem ayem aja sekarang!

  2. lebih amannya gak usah ikut-ikut deh.Saya masih tidak percaya dengan perpolitikan di negeri ini, kalau mau jadi pemimpin harus punya kendaraan politik, yaitu partai.Makanya sekarang lagi rame bikin partai..Siapa tahu bisa untung…hihihihi…

  3. Ya namanya juga pandangan masyarakat terhadap pejabat pemerintah pada umumnya korupsi….dan memang tidak bisa disalahkan karena sebagian besar diantaranya memang korupsi. Terlihat tidak fair memang kalo setiap melihat pegawai/pejabat pemerintah berpikir bahwa dia juga korupsi atau bahkan melampiaskan kemarahan kepadanya….tapi itu salah satu bentuk pelampiasan ketidakmampuan mahasiswa untuk mendobrak kekuasaan koruptor… Terus tentang mahasiswa angkt 98 yang sekarang justru masuk ke dalam sistem yang buruk, masih inget teori WC? kalo kita BAB, pasti kita merasa tidak bau, tapi bau itu baru tercium oleh orang lain ketika mereka masuk ke WC ato setelah kita keluar dan masuk kembali ke WC…intinya ketika masuk ke dalam sistem, kita cenderung untuk membenarkan sistem dan terlarut di dalamnya…dan orang di luar sistem yang bisa mengontrol atau jadi oposan sistem…tapi ketika oposan itu masuk ke dalam sistem, oposan itu malah tidak bertindak jadi oposan lagi….mudah2an ga mumet ama comment ku

  4. bicara masalah oposan masuk sistem, itukan sebenarnya pilihan vel. mengapa mereka (para oposan seperti yang kau bilang) bersedia masuk sistem? Ada banyak faktor tentunya, bisa jadi karena memang demokrasi kita ini yang bagi-bagi kursi dan akhirnya terjerumus dalam pola birokrasi yang rumit dan berbelit-belit.Makanya aku kadang bingung, mengapa orang-orang begitu PD-nya mencalonkan diri menjadi Presiden Republik ini. Seharusnya dia bisa melihat betapa tidak menguntungkannya keadaan-keadaan sekarang ini, dimana persoalan perekonomian dan penganguran menjadi tema utama.Aku tidak melihat adanya oposan di negeri ini. menurutku, hanya perusak yang tidak mau mendukung pemerintah. So, bagaimanapun kekurangan pemerintah ini, jangan dianggap suatu malapetaka yang akan menyeret bangsa ini menuju kehancuran. Atau seperti menunggu Sang Ratu Adil yang akan membawa bangsa ini menuju adil makmur, Ayo kita dukung, dengan berikan yang terbaik. Seperti dirimu lah bang Novel, kuliah di Aussie. tentunya pulang-pulang darisana kau diharap membawa perubahan bagi negeri kita ini.*Semangat Bro!*

  5. yah mudahmudahan tidak terjadi seperti itu kak. Pak Polisi juga manusia, tentu dia akan emosian juga, dan bisa jadi korban jatuh juga..Ohh humanity…where are you…

  6. sering terjadi begitu kan..hehehemasalahnya polisi bawa senjata dan legal…mahasiwa atau rakyat bawa senjata/batu bisa dianggap melakukan kriminal…dua-duanya bisa lepas kontrol saat histeria massa sdh tak terkontrol..contoh kan sudah ada–>trisaktimasalahnya kapan kita bisa belajar dan grew up…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *