Cerpen: Berteman Angin di Ladang Kentang

 Kurnia JR Kulihat malam pada hamparan ladang kentang Dataran Tinggi dan kudapati wajah sendiri yang sunyi, mengejar jawaban atas satu hal yang tak kunjung datang. Apakah yang patut kuberikan untuk mengisi waktumu? Sepotong kisah? Ini cerita penangkal dingin malam yang mengekang tulang-belulang pada ujung kemarau Dataran Tinggi. Harus kuperjelas aku tidak menyimpan dendam apa pun…Continue Reading “Cerpen: Berteman Angin di Ladang Kentang”

Wayang Potehi: Cinta yang Pupus

Han Gagas Ketika dalang memasukkan tangannya ke dalam kantong dan mulai menggerakkan boneka wayang, gembreng dan tambur dipukul diiringi gesekan rebab yang melengking menyayat telinga, saat itu mataku menangkap wajahmu di antara jejalan penonton. Jantungku berdegup kencang. Wajahmu berkilau dalam siluet cahaya oranye lampu panggung. Kecantikanmu yang memancar bagai berlian menghisapku begitu dalam. Rambutmu masih…Continue Reading “Wayang Potehi: Cinta yang Pupus”

Elegi Tanah Melayu

Sopianto De Hoop, pemuda jangkung blasteran Melayu-Nederland itu, berdiri penuh di pokok pohon meranti setengah abad yang tumbang digerus cako, alat berat pengeruk tanah. Hikayat tumbangnya pohon-pohon raksasa di desa kami sudah bukan berita besar yang bisa menggemparkan kantor Dewan Pejuang Rakyat. Saat daging kayu seukuran dua kali pelukan orang dewasa itu mendentum seolah kiamat…Continue Reading “Elegi Tanah Melayu”

Olah angka, olah mata

Dari dulu saya tertarik dengan data berupa angka-angka. Bagi saya, angka-angka tidak bisa bohong. Karena itu, ketika dulu saya ditugaskan dalam suatu audit, saya lebih menyenangi menelusuri angka, ketimbang harus berkutat dengan detil-detil klausul kontrak ataupun mengonfirmasi. Tapi itu dulu. Perkembangan selanjutnya menuntut hal lain. Saya dihadapkan dengan situasi yang berbeda. Perubahan organisasi dan perkembangan…Continue Reading “Olah angka, olah mata”

Apa yang Anda pikir berharga dalam hidup Anda? Kadangkala ada baik dan ada tidak baiknya melihat situs jejaring sosial. Bagi saya, mengikuti salah satu atau salah dua situs tersebut hanya untuk mengikuti tren, mengamati, menimbang-nimbang, lalu kembali ke kehidupan riil. Baiknya adalah, saya dapat terhubung kembali dengan kawan-kawan lama yang dulu belum zamannya telepon seluler…Continue Reading “Yang berharga”

Kopi darat dengan BBI Medan

Hampir dalam setiap kesempatan bertemu dengan teman-teman saya, saya sering membagikan bahwa sangat menyenangkan memiliki suatu komunitas. Terlepas apakah komunitas itu sifatnya dalam jaringan atau luar jaringan, komunitas merupakan wadah bagi kita untuk berekspresi dan menyeimbangkan kehidupan yang rutin. Dan komunitas yang saya banggakan adalah BBI, dimana saya dapat bertemu dan berdiskusi dengan teman-teman pencinta buku dan blog. Dua dunia yang saya jadikan “pelampiasan kreatif” atas kehidupan yang keras ini (lebay).

Continue Reading "Kopi darat dengan BBI Medan"
Belis Si Mas Kawin

Fanny J Poyk Ketika ayah meminta Ben untuk melamarku, lelaki asal Baa, Pulau Rote, itu termangu. Wajah tampannya yang terlihat sangat maskulin itu tiba-tiba berubah menjadi begitu menyedihkan. Ayahku cemas jika terjadi apa-apa denganku. Kami sudahlima tahun pacaran, ia tidak mau di tahun berikutnya Ben tak lagi memunculkan batang hidungnya ke rumah. ”Sudah terlalu lama,”…Continue Reading “Belis Si Mas Kawin”

Jangan Bangunkan Bidadari di Malam Hari

Marselli Sumarno Lelaki yang berani pulang ke kampung halaman adalah lelaki sejati. Entah dari mana peribahasa ini aku dapatkan, namun tampaknya cocok untuk diterapkan kepada Jati yang akan pulang kampung ke Salatiga untuk menjenguk ibunya yang sakit, sekalian membawa pesan yang dititipkan ketiga temannya sejak di bangku SMU: mengapa Rina mau dipersunting oleh Wagiono, guru…Continue Reading “Jangan Bangunkan Bidadari di Malam Hari”