Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon?

Faisal Oddang Aku tumbuh menjadi pohon. Orang-orang di kampung kami akan tetap percaya bahkan jika harus didebat hingga mulut berbusa. Mereka mulai memercayainya sejak tahun 1947. Kini, pohon asam itu sudah besar dan semakin tua. Kira-kira dapat diukur dengan lima orang dewasa melingkarkan lengan untuk mampu memeluk batangnya. Hampir setiap hari orang merubut di sana … Continue reading Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon?

Dua Pengantin

Okky Madasari ”Masih jauh?” tanya Badrun tanpa menoleh. Kedua tangannya memeluk tas ransel yang ada di pangkuannya. Kaki kirinya terus bergoyang-goyang tanpa bergeser sedikit pun posisinya. ”Paling setengah jam lagi,” jawab Rozi sambil menggeser kepalanya mendekati jendela yang terbuka. Ia selonjorkan kursinya ke ruang kosong yang ada di depan jok yang didudukinya. ”Tadi jadi nelepon … Continue reading Dua Pengantin

Arwah Kunang-kunang

Rafael Yanuar Tak banyak berubah, rupanya. Papan-papan kayu dipenuhi buku bekas, juga aroma kertas tua yang menguar di sepanjang jalur pustaka. Semuanya, masih sama seperti lima belas tahun silam. Dekat pintu masuk, aku melihat perempuan muda berambut panjang, sedang menopang dagu sambil sesekali membuka majalah yang dipenuhi resep-resep makanan. Ia teman kecilku. Ingin aku bertukar … Continue reading Arwah Kunang-kunang

Taman Vanda Bandung

Salah satu sudut kota yang suka saya kunjungi di Bandung adalah Taman Vanda. Letaknya cukup strategis di sebelah Bank Indonesia, berseberang dengan Taman Dewi Sartika Balai Kota Bandung serta Gereja Katedral Bandung. Sehabis dari acara bookfair di gedung Landmark Braga, saya menyempatkan diri singgah di sini sejenak, mengingat minggu lalu, malam-malam berlalu dengan jam makan … Continue reading Taman Vanda Bandung