Jaket Kenangan

Gerson Poyk Sudah lama aku meninggalkan sebidang tanah kebun yang kubeli beberapa tahun sebelumnya di Denpasar. Dulu, selama tinggal di Bali aku buka usaha garmen sehingga aku bisa membeli kebun itu. Karena anakku berbakat matematika dan di Bali tak ada fakultas matematika aku menjual pabrik garmenku untuk ongkos pindah ke Jakarta. Turun dari pesawat di…Continue Reading “Jaket Kenangan”

Penglihatan

Mashdar Zainal Aroma napas ibu berwarna seperti akar rumput yang baru dicabut dari tanah basah. Mirip aroma rempah yang segar. Ibu telah menjelaskan puluhan kali. Bahkan mungkin ratusan kali. Dengan napas aroma akar rumput basah yang sama. Bahwa aku terlahir sempurna. Tubuh dan indraku utuh, tidak ada yang cuwil atau rompal. Tidak ada yang panjang…Continue Reading “Penglihatan”

Mbah  Mahdi  dan  Cerita  Pagi  Itu

INDRA TRANGGONO Mbah Mahdi selalu menghidangkan kejengkelan kepadaku. Setiap pagi, dia selalu membakar sampah, tepat di belakang rumahku, hingga aku tak pernah sempat menikmati udara bersih dan segar. Kenapa dia selalu bakar sampah di belakang rumah kita? Itu pertanyaannya yang paling tepat,” ujar istriku sambil menuangkan teh panas ke cangkir tembikar. Seperti mendapat kesempatan, istriku…Continue Reading “Mbah Mahdi dan Cerita Pagi Itu”

Lilin Merah di Belakang Meja Mahyong

Guntur Alam SEORANG perempuan tua di balik meja mahyong teringat kepada sebatang lilin merah dalam wadah emas berpuluh-puluh tahun lalu. Lilin merah itu bertuliskan nama laki-laki dan perempuan di masing-masing ujungnya. Sebatang lilin yang harus terbakar tanpa terputus. Lilin merah yang akan menyegel si perempuan dalam pengabdian sebagai istri untuk selama-lamanya, apa pun yang terjadi….Continue Reading “Lilin Merah di Belakang Meja Mahyong”