Sepetak Mawar Kuning di Halaman Belakang

Dewi Ria Utari Serupa mimpi, kenangan itu seperti tak nyata dalam ingatannya. Bahkan seringkali ia ragu apakah pernah mengalami kenangan itu atau itu sekadar halusinasi. Samar-samar ia mengingat aroma sore itu. Bau rumput basah yang muncul karena ia baru saja menyiraminya dengan ngawur. Lebih tepatnya, bau basah ini diciptakannya sendiri karena ia bermain-main air dengan…Continue Reading “Sepetak Mawar Kuning di Halaman Belakang”

The Road and The Window

Minggu lalu, tepatnya Hari Senin 9 Mei 2016, saya menginjakkan kembali ke ibukota Jakarta setelah kurang lebih sebulan berada di ranah Minang.
Sudah lama saya rencanakan untuk mengurus KTP Tangerang Selatan saya yang sudah kadaluarsa sejak Februari lalu. Itulah yang membuat saya harus kembali ke daerah bilangan Bintaro dan sekitarnya untuk mengurus perpanjangan KTP dan menelusuri jalan-jalan memori tersebut.

Singkat cerita, ternyata saya harus membuat perpindahan KTP, dan kantor RW hanya buka malam. Saya beruntung teman saya sejak SMA hingga kuliah, Samuel (Sammy) meminjamkan kamarnya untuk saya agar bisa beristirahat dari siang sampai sore. Saya selesai dari kantor RW sekitar pkl. 20.30, dan proses selanjutnya akan saya lanjutkan keesokan harinya. Saya dikabari oleh Sammy bahwa ia pulang tengah malam dan janjian ketemu di Epicentrum Walk.

Continue Reading "The Road and The Window"
ApoCalypso

Danarto   Kimmy Jayanti menangis tersedu-sedu di dada ibundanya. Ayahnya mengelus-elus rambutnya sambil tersenyum kepada istrinya. Kimmy gak mau mati sekarang,” cetus Kimmy tetap menyembunyikan kepalanya di dada ibundanya sambil terus tersedu-sedu. “Siapa bilang kamu mau mati sekarang?” sergah ibunya sambil tersenyum kepada suaminya. “Bahkan kamu bisa mencapai umur sembilan puluh tahun,” kata ayahnya masih…Continue Reading “ApoCalypso”

Cerita Kedasih

R Giryadi   “Itu burung apa, Mak?” tanya Mimin pada Kedasih, emaknya, ketika sore memerah jingga. Kedasih pun bercerita tentang burung-burung yang sering nangkring di pohon tak jauh dari rumah Tuannya. Itulah hiburan yang bisa menambal sedih anaknya karena saban hari harus dikurung dalam kamar emaknya. Kamar yang berukuran 3 X 4 itu, bekas gudang…Continue Reading “Cerita Kedasih”