Sejarah

PUTU WIJAYA Ceritakan padaku apa yang terjadi sebelum aku lahir. Aku ingin berenang, tenggelam dalam sejarah. Agar aku tahu arah yang benar dalam meneruskan langkah. Sejarahku mentok, berhenti sebelum aku lahir. Jadi biar pun sejarahku ngelotok, sampai tahu berapa ekor nyamuk sudah terbunuh dalam kamar ini, aku tetap saja buta ke masa lalu. Maka terus-terang…Continue Reading “Sejarah”

Nalea

Sungging Raga  Tidurlah, Nalea. Esok kita abadi. Gadis kecil itu memucat, bibirnya membiru karena dingin. Hujan belum juga reda sejak sore tadi. Jalanan basah dan sebagiannya menampakkan genangan pekat seperti menandakan begitu kelamnya kehidupan kota ini.  “Ini, pakai jaket,” kata ayahnya. Lelaki itu menyentuh kening Nalea, dan memang terasa hangat. “Sepertinya kamu masuk angin.” Mereka…Continue Reading “Nalea”

Tukang Cukur

Budi Darma Gito, anak Getas Pejaten, kawasan pinggiran kota Kudus, setiap hari, kecuali Minggu dan hari libur, berjalan kaki pergi pulang hampir empat belas kilo, ke sekolahnya, Sekolah Dasar di Jalan Daendels. Karena banyak jalan menuju ke sekolahnya, Gito bisa memilih jalan mana yang paling disukainya. Kalau perlu, dia juga lewat jalan-jalan kecil yang lebih…Continue Reading “Tukang Cukur”

Milana dan Sungai Purba

KEN HANGGARA ”Dulu, di depan kita ada sungai,” kataku. ”Sungai besar dan nyata.” Telunjukku menuding ke timur, titik matahari berangkat, lalu jariku melayang dan mendekat pada kami, hingga melampaui wajah Milana dan bersambung ke arah benamnya hari. Milana menoleh sejenak. Ia tutup mulut dengan dua tangan. ”Sungguh,” kataku lagi. Ia menggeleng-geleng dan tersenyum. ”Bukan. Bukan…Continue Reading “Milana dan Sungai Purba”