Profesor Bermulut Runcing

RIZQI TURAMA Setiap hari ia memoles bibir, bukan dengan lipstik, tapi dengan darah yang mengucur dari jantung orang-orang di sekitarnya. Bibirnya yang runcing itu mampu merobek jantung dengan sangat lincah. Tak hanya runcing, bibir itu juga tajam selayaknya gunting yang dipakai dokter ketika akan menyunat sekelumit kulit hingga terlepas dari tempatnya. Membuat darah menetes dan…Continue Reading “Profesor Bermulut Runcing”

Istana Tembok BolongBong Suwung, Yogyakarta, 1970  Bong Suwung, Yogyakarta, 1970

SENO GUMIRA AJIDARMA ┬áMalam begitu kelam ketika ia melangkahkan kakinya melompati sisa tembok pada lobang itu, lobang yang membuat kawasan Bong Suwung di bagian ini disebut Istana Tembok Bolong. Dengan begitu ia pun sudah berada di dalam wilayah Stasiun Tugu. Di balik tembok segalanya gelap, dari balik kegelapan itu terdengar suara berat seorang lelaki. “Anak…Continue Reading “Istana Tembok BolongBong Suwung, Yogyakarta, 1970 Bong Suwung, Yogyakarta, 1970”

Ha-hi-hu-he-hooo

YANUSA NUGROHO “… dan adalah aku berasal dari perut bumi, yang kemudian dimuntahkan lewat kawah-kawah gunung, menjelma debu, pasir dan batu-batu. Itulah sebabnya, aku menyimpan seribu satu dongeng yang bisa kau jadikan permata hidupmu…,” bisikan itulah yang dengan jelas selalu menggema di lorong telinganya, melekat erat pada sanubarinya yang bening. Dia berjalan, seperti meneliti setiap…Continue Reading “Ha-hi-hu-he-hooo”

Nelayan yang Malas Melepas Jala

DAMHURI MUHAMMAD Bagaimana sebaiknya kau mengumpamakan persekutuan dua manusia yang sama-sama meringkuk di lubuk asmara, tapi tak mungkin hidup bersama? Seorang penasihat hubungan percintaan spesialis usia setengah tua (es-te-we) pernah menyarankan; andaikan kau dan kekasih gelapmu sedang dilanda kegemaran mencari kesenyapan di sebuah pulau asing, atau sebut saja pulau tak bernama. Tapi kalian hanya boleh…Continue Reading “Nelayan yang Malas Melepas Jala”