Perempuan Pencemburu

GDE ARYANTHA SOETHAMA Perempuan pencemburu itu tak pernah lengah sekejap pun mengawasi suaminya. Ia seperti memiliki seribu mata dan sejuta pikiran yang sanggup memberi laporan ke mana suaminya melangkah, di mana berada, dan apa yang dikerjakan.Jadi kamu ke perpustakaan di balai kota sepulang mengajar tadi?” selidiknya. “Iya, jadi, kenapa?” “Benar cuma ke perpustakaan?” Laki-laki itu…Continue Reading “Perempuan Pencemburu”

Celurit Warisan

MUNA MASYARI Keesokan malam setelah kulantangkan sumpah di halaman balai desa, celurit itu masih di tempat yang sama. Tergantung sungsang pada paku payung berkarat di dinding sebuah kamar yang sudah sekian tahun kau kosongkan. Celurit yang tidak terlalu melengkung dan matanya tidak mengilap, justru agak coklat seperti berkarat, itu seolah tidak sabar menanti malam eksekusi….Continue Reading “Celurit Warisan”

Gulai Kam-bhing dan Ibu Rapilus

Ahmad Tohari Orang yang gencar memanggil-manggil saya dari warung tenda seberang jalan ternyata Jubedi. Ah, Jubedi, sudah agak lama saya tidak bertemu. Dia teman lama yang setengah abad lalu duduk bersama di bangku SMP. Saya menyeberang jalan sambil menyipitkan mata karena matahari di timur bikin silau. Jabat tangan Jubedi erat dan hangat. Sama dengan saya…Continue Reading “Gulai Kam-bhing dan Ibu Rapilus”