Menjadi bahagia

Saya mempunyai beberapa akun media sosial, yang saya kelola berdasarkan teman berjejaringnya maupun isi postingannya. Sebagai contoh, akun media sosial path, saya pakai hanya untuk posting poster-poster event atau kalimat-kalimat positif (dalam bahasa kerennya motivasi). Dari poster yang saya unggah, saya dapat membuat pemetaan terhadap para teman saya yang memberikan respon. Pertama, orang yang setuju/sependapat…Continue Reading “Menjadi bahagia”

Menjadi Penduduk Indonesia

Dalam angan-angan saya dulu, saya berpikir mengapa saya terlahir di Indonesia, ujung Sumatera dan di kota kecil?. Mengapa ada manusia yang berkulit merah, bermata biru, dan berambut pirang? Mengapa ada banyak bahasa di dunia? Sesungguhnya pertanyaan-pertanyaan seperti itu masih bergulir sampai sekarang. Apa yang saya simpulkan adalah bahwa ya seperti itulah..Anda tidak dapat memilih siapa…Continue Reading “Menjadi Penduduk Indonesia”

Makanan apa atau makan di mana

Fotografi merupakan satu hobi yang saya gemari tapi tidak saya tekuni. Kenapa? Saya juga bingung, sebab saya ini orangnya sangat moody dalam menekuni sesuatu. Bisa suatu saat bersemangat atas suatu hal baru, namun bisa saja sekali waktu langsung meninggalkannya dalam waktu yang cukup lama. Sebetulnya bicara masalah fotografi, saya orangnya memang cuek dengan aturan main….Continue Reading “Makanan apa atau makan di mana”

Soemardja Book Fair: Kegelisahan pegiat literasi

Sebuah book fair tidak melulu pameran buku. Di dalamnya ada interaksi. Di situlah terjadi pertukaran informasi, mengenal budaya, mengapresiasi karya. Pada 24 Februari 2017 lalu, saya berkesempatan mendatangi Galeri Soemardja di Fakultas Seni Rupa ITB. Perihal kemari bukanlah menonton pagelaran seni rupa, tetapi melihat dan bertemu dengan para komunitas penjual buku di Bandung, dimana beberapa…Continue Reading “Soemardja Book Fair: Kegelisahan pegiat literasi”