Jurnal Fotopuisi #6 Doa di Padang Ilalang

Categories Journey, Puisi
Lokasi: TK Bhayangkari (dulunya) Takengon

*Doa di Padang Ilalang*
.

Telah ku panggul salibku
dalam merenda hari depan,
Meski ku terseok-seok
dan selalu harus pulang pada tembok ratapan. .

Tak ada yang mampu memastikan
bahwa rindu dan cinta tak mungkin lekang,
termasuk pula oleh kenangan.
Tak ada yang sanggup memastikan
bahwa hari esok hanya dipenuhi oleh kebahagiaan;
itu tak mungkin manusiawi, kekasih. .

Aku kalah dari jejalan rindu durjana
dan masa lalu yang khianat
Hidup yang demikian itu,
menghantarkanku pada satu kutub yang pasti; persimpangan jalan.
.

barangkali kekecewaan juga laksana candu,
ia memberi kekuatan untuk menangis dan menumpahkan segala yang manusia miliki
sebagai hidup yang berkalang derita.
Aku mencoba menghayati lukaku
Terjerembabku pada kenangan,
kepedihan pada keyakinan,
tak mungkin hanya dihapuskan hanya melalui segumpal angan-angan. .

Manusia bukan diri yang kosong,
kita adalah kumpulan laku pengalaman,
Manusia adalah tapak pengetahuan
Apakah aku sanggup membolak balik pasal, membongkar-bongkar keangkuhan,
meragu-ragukan keyakinan
.
Semoga Tuhan berkenan
merestui perjalanan
pada keyakinan
yang dalam. .
Amiin

📸helvry
#3thingsgratitude #booklovers #journey #jurnalpuisidanfoto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *