Adap atasi Kebiasaan Lama

Sedang menapaki kembali kebiasaan lama yang lama tidak dilakukan, yaitu meresensi buku. Di tengah-tengah waktu panggilan dadakan, undangan zoom meeting, webinar atau mendengarkan kursus daring, menyendiri dalam imajinasi bacaan sungguh menghibur.

Ditengah maraknya buat konten supaya eksis, saya tetap sambut positif. Berkarya itu tidak mudah, tapi sejatinya itu panggilan hakiki sebagai manusia. Harta yang- kalau tidak disebut paling- berharga adalah karya.

Buku pertama di tahun 2020 yang saya resensi adalah tempat terbaik di dunia, sebuah perjalanan kisah antropolog Roanne van Voorst ketika tinggal di kawasan kumuh di Jakarta. Karya bukunya merupakan hasil penelitian doktoral yang dikemas seperti membaca prosa. Jauh dari istilah akademis yang rumit, namun tetap segar dengan cukilan kondisi yang nyata dan selama ini tak terdengar oleh berita media.

Tempat Terbaik di Dunia: Roanne van Voorst

Semoga terus bisa menjaga konsistensi. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen − two =