first posting

Halo blog. Lama tak mengisinya. Inilah postingan pertama di tahun 2015. Melihat 2014 yang lalu, saya hanya memposting 3 tulisan. Hasil pertemuan saya denganteman teman blogger, saya melihat ada antusiasme yang luar biasa dalam menulis. Berangkat dari keinginan berbagi, kegiatan menulis merupakan media yang efektif menjangkau banyak orang. Namun seringkali yang ditakutkan para pemula adalah … Continue reading first posting

berbahasa menulis

Sudah lama tidak melongok blog saya ini. Saya merasa kehilangan jam-jam sunyi untuk menulis. Pergi pulang pagi. Terdengar berlebihan memang, namun beberapa kali situasi itu terjadi. Tanpa harus menunggu jam-jam tersebut seharusnya tidak perlu ada alasan untuk berhenti menulis. Buktinya, "produksi" foto saya di instagram masih lebih baik dibanding di blog ini."Blog buku bagaimana?" mirip … Continue reading berbahasa menulis

Visualisasi Puisi: Di Restoran

Kita berdua saja duduk. Aku memesan ilalang panjang dan bunga rumput - kau entah memesan apa. Aku memesan batu di tengah sungai terjal yang deras - kau entah memesan apa. Tapi kita berdua saja, duduk. Aku memesan rasa sakit yang tak putus dan nyaring lengkingnya, memesan rasa lapar yang asing itu. 1989 Sapardi Djoko Damono, … Continue reading Visualisasi Puisi: Di Restoran

Karangan Bunga

Saya mengenal gereja ini ketika dulu masih mengontrak di daerah Pancoran. Setelah pindah ke Slipi, Kelapa Gading, praktis tidak pernah lagi kesini. Justru karena pindah ke Cibubur,saya kembali lagi bergereja di sini. Tidak banyak yang berubah.Dulu saya tidak begitu memerhatikan bunga mimbar di setiap gereja, namun di belakangan baru saya perhatikan dan kadang saya melihat … Continue reading Karangan Bunga

Menerima (Terinspirasi tulisan Samuel Mulia)

seperti minggu-minggu biasanya,Ā  rubrik yang saya senangi di kompas minggu adalah parodi-nya Samuel Mulia. Tulisannya tidak membutuhkan energiĀ  dan konsentrasi yang berat dalam mencernanya. Seringkali hal-hal yang tampaknya biasa bagi kita, diolah dan diramu lewat permenungan dan refleksiĀ  oleh Samuel Mulia menjadi tulisan yang bagus.Ā Judul tulisan minggu lalu adalah Menerima.Ā  Tulisan itu dibuka dengan cerita … Continue reading Menerima (Terinspirasi tulisan Samuel Mulia)

Photopoem: Menanti Matahari

Menanti Matahari By Didiet Prihastuti Kamu pernah bertanya, "dimana gerangan matahari?" dan aku berlari sekuat tenaga ke timur.. Hingga kini, aku tak tahu apakah aku sesungguhnya pernah terbit menghangatkanmu.. Tapi itu tak lagi menjadi penting, bukan? Kamu pernah bertanya,"apa Tuhan mendengarkan doa umatNya?" dan tak lelah aku menengadahkan tangan.. Kamu yang bersinar terang sekarang, bukti … Continue reading Photopoem: Menanti Matahari

mixed lubrication

Sembari menunggu motor diservis di bengkel, saya memerhatikan sekeliling. Tentunya ada obeng, kunci pas, mesin kompressor, ceceran oli, dan sebagainya. Kali ini terpaksa saya harus singgah di bengkel, karena pelumasnya  belum diganti udah lewat sebulan, sementara jarak tempuh saya lumayan jauh tiap hari, takutnya sih nanti bakalan kenapa-kenapa mesinnya. Di sudut ruangan, saya melihat alat … Continue reading mixed lubrication