Enam hal (penting) yang dijumpai

How different our lives are when we really know what is deeply important to us, and keeping that picture in mind, we manage ourselves each day to be and to do what really matters most.

Stephen Covey

Sebetulnya saya ingin “menggugat” kutipan ini, karena menurut saya, kita tidak akan tahu kapan suatu tindakan menjadi penting, jika dampaknya tidak dapat dirasakan. Atau dalam perspektif lain, kita tidak tahu suatu tindakan tidak penting hari ini, menjadi penting di kemudian hari. Atau sebaliknya.

Pagi ini, saya hanya melakukan ritual utama yaitu jalan pagi. Sudah hampir dua minggu tidak jogging jadi menghindari risiko cedera pergelangan kaki.

Apa yang saya jumpai di jalan, seringkali tidak penting. “Apaan sih, foto itu doang”. Ya memang foto doang, dengan sedikit imajinasi.

  1. Taman Leuwinanggung

Cukup lama taman ini seperti tidak berpenghuni karena Covid. Pagi tadi seperti ada kehidupan karena sudah diramaikan dengan anak-anak yang main ayunan atau orang dewasa yang duduk-duduk di kursi.

2. Sepeda

Sepeda lagi ngetrend pada masa pandemik ini, jalanan menjadi tambah ramai oleh adanya sepeda. Di Bandung pada hari minggu, penuh banget jalanan dari mulai jalan merdeka sampai ke Dago Atas tas tas dengan sepeda. Suatu sinyal kehidupan yang lebih sehat, meski harus waspada dengan pencurian sepeda. Seperti di Belanda, dengan tindak pencurian sepeda tertinggi di dunia. Jadi tidak karakter dasar manusia nggak melihat ras, bukan?

3. Pasar kaget (Shock market)

Marak lagi pasar kaget. Padahal sudah ditertibkan oleh Satpol PP Depok saban waktu yang lalu. Tapi tampaknya roda perekomomian yang memaksa harus berputar mengakibatkan munculnya sentra ekonomi baru di jalanan. Kuatirnya adalah tidak ada timdakan tegas pengawasan mengakibatkan muncul lagi kasus baru Covid. Seharusnya tidak boleh kendor, tidak boleh abai.

4. Layangan

Menjelang bulan Agustus, banyak penerbangan layang-layang. Terlihat ada layangan ukuran besar. Sejenak saya teringat masa kecil, saya nggak dibolehin main layang-layang. Padahal lagu kuambil buluh sebatang, dst saya hafal. Hahahaha

5. Pasar bunga

Adanya pandemi juga membuat orang lebih punya waktu merawat tanaman. Terutama bagi yang punya kegiatan bekerja dari rumah. Beberapa kali saya melihat, orang-orang berbelanja tanaman di sepanjang jalan. Barangkali demi mengalihkan kegiatan menjenuhkan: bangun, makan, tidur, makan, tidur.

6. Perbaikan jalan

Sudah lama jalan di dekat rumah mengalami kerusakan. Mungkin pengurus RW juga belum berani memperbaiki jalan karena praktis nyaris semua usaha sedang terkunci bawah (lockdown). Syukurlah kaki nggak perlu lagi terperosok masuk lubang.

Demikianlah enam hal tak penting pagi ini. Tujuan saya cuma ingin belajar memotret dan menulis. Karena itu penting bagi saya.

Bukankah dalam sastra kita, seperti juga barangkali di lapangan lain, harapan adalah hal terbaik yang kita miliki?

Sapardi Djoko Damono, Juli 1969

Depok26072020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − 17 =