Jurnal Fotopuisi #1 Pintu Kedatangan

Pada pintu kedatangan Aku mulai tunaikan rindu meski bercampur resah dan cemas satu bababk cerita hidup tempat manusia merebahkan harap kepada segala dzat yang asali Rindu tempat pulang ke muasal kasih yang paling manusiawi Lekaslah tunggu kedatanganku di pintu rumah ketulusanmu kelak disanalah tempat terakhirku memulai cerita dalam kehidupan yang baru Lekas lepaskanlah segala ragu…Continue Reading “Jurnal Fotopuisi #1 Pintu Kedatangan”

Berjalan kaki bagi sebagian orang adalah kegiatan mengasyikkan atau membosankan. Hal ini sangat tergantung tempat dan waktu yang dipilih, serta ketersediaan moda pengangkut alternatifnya. Saya sendiri termasuk yang menggemari berjalan kaki, karena banyak hal yang dapat saya perhatikan selama perjalanan. Selain itu, dengan berjalan kaki saya lebih cepat menghafal suatu jalan. Seperti kegiatan lain, berjalan…Continue Reading “Lima tips berjalan kaki asyik”

P4: Apakah suatu pengamalan perlu pedoman?

Anda yang lahir di tahun-tahun seperti saya, tentu pernah mendengar peristilah Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila. Istilah ini pada zamannya sangat populer. Sampai-sampai dibentuk suatu badan/instansi khusus untuk menangani hal ini, yaitu Badan Pembina Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7). Di kota kelahiran saya, Takengon, dulunya kantor ini di Jalan Yos Sudarso, Takengon, dekat…Continue Reading “P4: Apakah suatu pengamalan perlu pedoman?”

Menonton Konser Paduan Suara Mahasiswa UNPAD: Bara Renjana

Setelah sekian lama nggak menonton konser paduan suara, baru kali ini saya berkesempatan kembali menonton paduan suara di Bandung. Kadang orang Bandung sendiri belum tentu tahu informasi seperti ini. Hanya orang yang terhubung dengan sumber informasi terpercaya baru bisa mendapatkannya (tsaah). Ya betul. Sebelumnya saya mengandalkan informasi dari koran pikiran rakyat. Setiap Selasa atau Rabu…Continue Reading “Menonton Konser Paduan Suara Mahasiswa UNPAD: Bara Renjana”

Sarapan: suatu permenungan

Bisa sarapan merupakan suatu kemewahan. Kenapa saya mengatakan seperti itu, karena tidak semua orang dapat sarapan seperti orang berkecukupan lainnya. Saya teringat ketika masih bersekolah dulu di Takengon, sarapan saya dan adik-adik adalah nasi putih dengan lauk malam sebelumnya. Atau kalau ibu sedang rajin, ia memasak nasi goreng. Karena biasanya beliau mendahulukan mencuci pakaian setiap…Continue Reading “Sarapan: suatu permenungan”

Menjadi bahagia

Saya mempunyai beberapa akun media sosial, yang saya kelola berdasarkan teman berjejaringnya maupun isi postingannya. Sebagai contoh, akun media sosial path, saya pakai hanya untuk posting poster-poster event atau kalimat-kalimat positif (dalam bahasa kerennya motivasi). Dari poster yang saya unggah, saya dapat membuat pemetaan terhadap para teman saya yang memberikan respon. Pertama, orang yang setuju/sependapat…Continue Reading “Menjadi bahagia”

Menjadi Penduduk Indonesia

Dalam angan-angan saya dulu, saya berpikir mengapa saya terlahir di Indonesia, ujung Sumatera dan di kota kecil?. Mengapa ada manusia yang berkulit merah, bermata biru, dan berambut pirang? Mengapa ada banyak bahasa di dunia? Sesungguhnya pertanyaan-pertanyaan seperti itu masih bergulir sampai sekarang. Apa yang saya simpulkan adalah bahwa ya seperti itulah..Anda tidak dapat memilih siapa…Continue Reading “Menjadi Penduduk Indonesia”