Surat bisa Disadap(?)

Categories Uncategorized

 

Mengikuti perkembangan yang terjadrkembangan penangkapan Ketua Tim Jaksa yang mengurusu i Kasus BLBI kemarin, teseorang teman punya pendapat. Pastilah orang KPK sudah menyadap telepon orang yang bersangkutan. Sehingga penangkapan itu dapat dilakukan dengan cermat.

Coba deh mereka (si Tertuduh kita umpamakan si A itu adalah Jaksa , dan si B adalah si Pemberi Dolar) berkomunikasi lewat surat, pasti deh, secanggih apapun alat sadap punya KPK nggak kan bisa mennyadap isi surat. tapi, masa sih zaman segini masih menggunakan surat?.hihihihi…

Aku salut juga dengan ada seorang kakak kelas yang masih surat-suratan dengan ibunya. Dia bilang, kalau menulis surat itu beda rasanya dibanding dengan nelpon.

 “Kalau kita ngirim suPas kita tuilis surat, kita bisa bayangkan seolah-olah
 dia di depan kita, vry” begitu alasannya.
 
Mamaku  juga pernah menulis surat dengan sahabat nya dengan menggunakan kertas Airmail yang sangat tipis itu. Beliau bilang kalau menggunakan kertas tipis, pas ditimbang nggak berat, jadi biaya kirimnya bisa murah.
Bicara soal surat juga, aku juga pernah menulis surat buat Sahabat Pena (masih musim nggak sih sekarang ini?) Cuman, tidak ada balasan. Sekarang aja karena udah ada sms, telpon murah, e-mail, dan sebagainya sepertinya kantor pos tidak seramai dulu lagi.
 
 Ada yang mau bersurat-surat denganku?? Rahasia dijamin. Halah.

4 thoughts on “Surat bisa Disadap(?)

  1. haha, aku juga masih suka tulis surat loh bang helvry… Kalo lagi ada sesuatu yang 'penting' dan pengen disampein, aku lebih suka tulis surat… gimanaaaa gitu rasanya beda, bisa lebih ekspresif dan orang yg ngebaca nya juga bisa bikin imajinasi sendiri hahahahaha apaa siiihh hihi :p makanya kan kalo kita lihat film2 yang ceritanya diangkat dari novel, kebanyakan orang bakalan agak kecewa dan bakal bilang kalo novelnya lebih bagus.. kenapa?? karena pas waktu baca novel itu kita berimajinasi dan film yang ditonton ternyata jauh banget sama yang kita imajinasiin… gituu menurut akuu..

  2. Tanggapan Paragraf 1:Kalau bisa membuat orang yang dikirimi surat tersebut bisa bikin imajinasi sendiri, berarti si Pembuat Surat sudah mahir benar menulisnya, sayangnya aku bukan tipe seperti itu. Boro-boro berimajinasi, baru baca dua tiga kalimat, udah bosen.Tanggapan paragraf 2:Memang bener juga sih, tetapi menurutku memang sulit menerjemahkan imajinasi itu ke dalam script, karena imajinasi tiap orang berbeda. Tetapi paling tidak, yang nggak baca novelnya bisa berimajinasi sendiri setelah menonton filmnya terlebih dahulu.*Kok nggak surat-suratan denganku*hehehehehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *