Menjadi Dewasa


Kadang, tanpa disadari dalam berhubungan dengan orang lain, kita telah melukai perasaan orang lain dengan kata-kata kita. Apakah itu lewat sms, email, telpon, atau bertemu langsung. Begitu juga diriku ketika merenungkan apa yang terjadi di hari-hari kemarin.
Karena terlalu bersemangat (kah?) sehingga lupa kalau teman bicara menjadi sedih/kecewa. Aku mungkin belum berbuat banyaka, namun hal itu menjadi pembelajaran bagiku bahwa menjadi dewasa adalah proses SETIAP HARI.

Warm regards,

thedreamer

One thought on “Menjadi Dewasa

  1. bang epi says:

    “The things that the novel does not say are necessarily more numerous than those it does say and only a special halo around what is written can give the illusion that you are reading also what is not written.” ― Italo Calvino

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 + 3 =