May be the reason I survive

Categories Uncategorized

Mengingat hidup dan usia yang terus berjalan, terasa kalau banyak hal yang belum dilakukan. Siapa yang menyadarkannya kalau bukan hati nurani.. Hati nuranilah yang membuat kita terusik dikala kita tidak melakukan yang baik. Hati nuranilah yang menegur di kala kita berefleksi.

Ketika sekolah dulu, aku merasa waktu itu terasa berjalan sangat lambat. Mulai dari senin hingga sabtu terasa sangat lama. berbeda dengan sekarang, setiap putaran waktu terasa sangat cepat. Apapun yang dilakukan rasanya tidak berguna. Seperti menjaring matahari. lalu, apa arti hidup ini. benarkah seperti yang dikatakan oleh teman saya, “hidup hanya sekali, jangan dibuat susah.” atau “uang tidak dibawa mati.”

Kapan kita bijaksana?
kapan bisa semakin dewasa?
kapan bisa bekerja dan bertindak dengan berhikmat?

Ohh..andainya waktu diputar kembali. tapi tidak, aku akan tetap berusaha. Karena hidup cuma sekali.

Ayooo!

4 thoughts on “May be the reason I survive

  1. waahh,,tumben berat x pembahasanmu dek..,sedang ada masalah kah dengan "jati diri"??ato sedang terkena sindrom "quarter life crisis"??enjoy ur day,,,coz it's friday, bro,,,,

  2. jati diri?ini lebih berat lagi, karena sepertinya kalau ditanyakan pada setiap orang, belum tentu bisa menjelaskan apa artinya jati diri, dan jenis jati yang mana dirinya..hehehe..quarter life crisis?baru dengar pulak aku itu kak, apa ciri-cirinya?

  3. ciri2 quarter life crisis,,,ya kyk dikau ini dek,,tiba2 merasa tidak berguna,,,tidak puas akan pencapaian diri sendiri,,merasa waktu telah terbuang sia-sia tanpa berbuat sesuatu,,padahal umur berjalan terus,,yaa,,,gitu2lah,,,pokoknya serba gak puas lah,,,but it's normal, bro,,,most people also has their own "quarter life crisis",,,even me,,hehehe,,,then, finally time will heal this problem,,,ok?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *