Hal kecil

Tetiba waktu berputar cepat, masa sekolah telah tiba. Anak-anak merayakan waktu bermain. Para orang dewasa membagi ceritanya pada lini masa gawainya. Karena mereka ingin waktu berputar lambat, mencoba menawar menjadi lambat menua.

Maka kita yang tak dapat membaca kartu Tuhan akan berpasrah pada lemparan dadu yang (tampaknya) terencana. Aku mungkin lupa, karena ingatan tak bertahan. Namun pada lamunan lalu, masih terasa pahit sesapan kopi yang kuminum. Mungkin tak sengaja bercampur kenyataan.

Jadi sebelum kita berjumpa dalam kelemahan dan kerentaan, mari abadikan hal kecil saat masih kuat, karena waktu memiliki rahasianya sendiri.

Entah kapan.