Senja dari Teropong Kota

pada senja ini tetiba teringat ibu pada belasan tahun lalu kala menuju senja perjalanan pulang dari mangga dua meminta turun di depan istana karena hanya dilihatnya hanya dari televisi atau karena itulah namanya tidak bu, kita harus segera pulang ini ibukota. Dan kami pulang ke rumah sewa sampai tak pernah lagi Ia kuantar ke depan … Continue reading Senja dari Teropong Kota

Goodbye Path

Goodbye. five years 1.111 moments. Sampai sekarang saya tidak tahu bagaimana model bisnis Path ini. ini Media sosial yang ketiga setelah Friendster dan Multiply tutup sebelumnya. Akun Multiply bisa saya backup dan saya masukkan ke dalam blog ini (www.helvry.com), Friendster tidak ada sisa sama sekali. Sedangkan backup Path tidak bisa saya gunakan. Akhirnya siapa yang … Continue reading Goodbye Path

Jurnal Fotopuisi #8 Percakapan di Ruang Senja

Percakapan di Ruang Senja Barangkali ini adalah catatan yang menggenapi hari dengan tapak perjalanan dalam waktu yang fana takkan ada pesta perayaan kali ini karena beribu hari aku gagal mengeja peristiwa kemarin aku memahaminya melalui senja yang tenggelam dibatas kota untuk apa ada pesta perayaan kali ini? jika sepanjang hari kita bernyanyi-menangis bergembira-bersedih bersama angin … Continue reading Jurnal Fotopuisi #8 Percakapan di Ruang Senja

Jurnal Fotopuisi #7 Yang Tak Terucapkan

Yang Tak terucapkan gemuruh angin membawa kabar tentang perempuan yang memanggul salib hidupnya ia menyeret langkahnya pada pusara takdir dalam sergapan karnaval luka Berkali-kali ia menolak cuaca yang bosan mengabarkannya melalui orkestra air hujan membawanya hanyut hingga ia terdampar dalam kubangan duka beribu kali menolak dingin udara namun kulitnya menerima perih karena dingin yang menusuk … Continue reading Jurnal Fotopuisi #7 Yang Tak Terucapkan