Pada suatu pagi.

Pada suatu pagi di Stasiun  Orang-orang berpacu dengan langkah tergesa, Keriuhan berkejaran, waktu berlarian, kehendak tak dapat mengikuti waktu kita hanyalah penghuni yang terburu-buru, Kesibukan dan keriuhan jadi syair: Pada waktu stasiun: kereta tiada henti berkejar, Dalam ruang tunggu, kita sadar, Waktu memimpin, kita hanya berpesiar.

More than words.

Menjelang senja yang tak begitu dingin di kafe Bandung, diiringi penyanyi dan melodi gitar yang merdu dari "More Than Words". Disaat not-not itu mengalir, saya melihat perjalanan langkah-langkah saya, menuju tempat ini. Pandangan yang dulunya mungkin hanya sebatas langit-langit kafe, kini merambah ke dalam ingatan yang tersemat di sudut kota. Suatu renungan muncul, bahwa hidup … Continue reading More than words.

Waktu ku kecil, hidupku amatlah

Dalam masa kecil, saya tidak ditempa menjadi seorang seniman. Meski begitu, cinta terhadap musik mengalir dalam diri saya, dan saya memulai perjalanan belajar memainkan alat musik secara otodidak. Tak pernah mencapai tingkat mahir, namun cukuplah untuk menciptakan keharmonisan di dunia pribadi. Kemampuan melukis tidak ada di repertoar saya, namun mata ini menemukan keindahan dalam gambar … Continue reading Waktu ku kecil, hidupku amatlah

Melihat hal luar biasa: refleksi akhir tahun.

Di ujung tahun, gereja yang sunyi setelah perayaan Natal menampakkan suasana yang berbeda. Orang-orang sudah mulai berlibur, dan hanya sedikit yang memilih hadir di gereja pada akhir tahun ini. Meskipun sepi tanpa semarak Natal, khotbah yang disampaikan memberikan refleksi mendalam tentang keajaiban yang terkadang terlupakan dalam kehidupan sehari-hari. Khotbah dari mimbar menyentuh pertanyaan mendalam, "Bisakah … Continue reading Melihat hal luar biasa: refleksi akhir tahun.

Titik nol.

Di titik nol kilometer kota-kota berdiam,Pada nol yang kita pilih, kita bertemu,Makna berbeda dalam senyum dan tatap.Waktu melaju, berputar, membawa kisah,Di nol yang berbeda, kita mencipta ceritaDalam nol yang kita pilih dan temukan kembaliKita bertemu, dalam cerita yang asingWaktu saksi bisu, perjumpaan tak terlupa,Di tahun mendatang, semoga petualangan baru tercipta. Jogjakarta 27.12.2023

Merayakan kepedulian

Kepada lilin-lilin yang menyala, kiranya memancarkan sinar harapan dan perdamaian di setiap sudut hati. Semoga cahaya ini terus bersinar, menerangi perjalanan hidup kita.Dalam hati, kita berharap untuk panjang umur yang memberi kita lebih banyak waktu untuk bekerja dan berkontribusi pada kebaikan. Setiap tahun yang berlalu memberi pelajaran dan pengalaman baru, dan dengan penuh harapan, kita … Continue reading Merayakan kepedulian

Nantikan Dia dengan Sukacita: Refleksi Advent Ketiga

Pada hari Minggu kemarin, saya merasakan momen istimewa karena untuk pertama kalinya setelah pandemi, saya berkesempatan menghadiri ibadah gereja sore yang merayakan Advent ketiga. Sejak pagi, perjalanan spiritual saya dimulai dengan menghadiri pernikahan saudara dekat di Dramaga, Bogor, yang membuat saya terpaksa melewatkan tawaran untuk naik Gunung Gede. Namun, kehadiran di gereja sore menjadi pengalaman … Continue reading Nantikan Dia dengan Sukacita: Refleksi Advent Ketiga

Pondok Ranji pada suatu sore.

Di setiap sudut stasiun, ada cerita menarik yang tersembunyi di balik rutinitas sehari-hari. Melangkah ke sana, mata saya terpaku pada kehidupan sekitar, mencari hal-hal baru yang mungkin telah terlewatkan oleh orang lain. Terkadang, di antara kerumunan penumpang yang sibuk, saya menemukan keunikan di setiap sudut. Namun, kadang-kadang, keseruan datang dari dunia nyata. Saya masih teringat … Continue reading Pondok Ranji pada suatu sore.

Magical journey

Sailing into the beauty of an Indonesian sunset, sharing laughter and camaraderie on deck. A blissful return with the sun's last rays painting the sky. Navigating the seas of happiness, savoring the sunset with friends aboard. Filled with wonderful vibes and the magical glow of the sun bidding farewell.