Senja dari Teropong Kota

pada senja ini tetiba teringat ibu pada belasan tahun lalu kala menuju senja perjalanan pulang dari mangga dua meminta turun di depan istana karena hanya dilihatnya hanya dari televisi atau karena itulah namanya tidak bu, kita harus segera pulang ini ibukota. Dan kami pulang ke rumah sewa sampai tak pernah lagi Ia kuantar ke depan … Continue reading Senja dari Teropong Kota

bel.a.jar

belajar /bel·a·jar /v 1 berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu: adik ~ membaca; 2 berlatih: ia sedang ~ mengetik; murid-murid itu sedang ~ karate; 3 berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman;~ jarak jauh Dik cara belajar-mengajar yang menggunakan media televisi, radio, kaset, modul, dan sebagainya, pengajar dan pelajar tidak bertatap muka langsung; ~ … Continue reading bel.a.jar

Sebuah Cerpen 

Sebuah Cerpen  Menyerahkan Diri Pada Kabut   Oleh: Dian Cahaya   "Tapi aku akan memilih mencintai daripada ketakutan, meski melawan arus norma-norma, sistem nilai, mungkin (juga) agama”  Adakalanya dihadapan kita tidak hanya ada satu jalan, namun kita harus  menghindar dari berbagai semak belukar, lorong-lorong gelap dan sempit, jalanan berliku dan penuh bahaya. Dihadapan kita telah terbentang jalan yang sulit nan panjang. … Continue reading Sebuah Cerpen 

P4: Apakah suatu pengamalan perlu pedoman?

Anda yang lahir di tahun-tahun seperti saya, tentu pernah mendengar peristilah Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila. Istilah ini pada zamannya sangat populer. Sampai-sampai dibentuk suatu badan/instansi khusus untuk menangani hal ini, yaitu Badan Pembina Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7). Di kota kelahiran saya, Takengon, dulunya kantor ini di Jalan Yos Sudarso, Takengon, dekat … Continue reading P4: Apakah suatu pengamalan perlu pedoman?

Sarapan: suatu permenungan

Bisa sarapan merupakan suatu kemewahan. Kenapa saya mengatakan seperti itu, karena tidak semua orang dapat sarapan seperti orang berkecukupan lainnya. Saya teringat ketika masih bersekolah dulu di Takengon, sarapan saya dan adik-adik adalah nasi putih dengan lauk malam sebelumnya. Atau kalau ibu sedang rajin, ia memasak nasi goreng. Karena biasanya beliau mendahulukan mencuci pakaian setiap … Continue reading Sarapan: suatu permenungan