Staatsspoor- en Tramwegen

Masa pandemi, semasa belum bisa pergi dengan leluasa, tiada salahnya pergi jalan-jalan ke seluruh dunia dengan membaca buku. Gara-gara teman yang posting jualan buku kereta api bahasa belanda awal abad 20 dengan harga yang lumayan mahal 🙁 Saya ketikkan judul bukunya di google, sembari mencoba peruntungan dan akhirnya saya tiba di koleksi digital Universitas Leiden … Continue reading Staatsspoor- en Tramwegen

Damai BersamaMu: Sebuah Refleksi

Berjumpa lagi dalam ruang mayakini memasuki bulan puasa Tak kuasa juga saya menahan haru, tatkala menyaksikan ruang yang kosong. Salah satu sudutnya adalah meja saya yang menjadi saksi tempat berkumpul saya dan teman-teman untuk melakukan ritual sebelum bekerja: Ngopi. Menggiling kopi yang dibawa bergantian saya, Bisma, dan Om Taofik. Memfilter kopinya, lalu membaginya ke cawan … Continue reading Damai BersamaMu: Sebuah Refleksi

cerita sore

sore tadi perjalanan pulang bertukar kisah tentang tugas-tugas tidur berjam-jam di kursi kereta tentang rencana bekerja di lain kota kami singgah sebentar di toko yogya sekedar melapis perut yang tidak rata kembali roda besi membawa kisah-kisah baru dan cerita lama bahwa dulu perjalanan ke stasiun tak sekedar berjumpa.

Dari pinggir jalan

Nak,Jangan takut dan tawar hatitahun-tahunmu masih panjangselamat memasuki tahun barukau akan menghadapi duka yang samajalan yang lebih menanjakluka dan airmata akan menyertai perjalananmu berjalanlah lebih jauhtak perlu takut jatuhitulah hakikat perjalananmu:berjuang untuk hidupdari pinggir jalan inisatu hal yang kau ingat:aku mengasihimu.