Maka dengan sejumlah beban yang ditunda, pagi ini mereka berkumpul dalam ruang perjumpaan untuk menceritakan kisah mereka.
Tentang empat puluh harian, tentang tiga ratus harian, tentang seribu harian. Masing-masing mencoba mengaitkan deretan angka dengan berbagai warna tulisan pada batu pahatan. Tampaknya pelajaran pembicaraan itu adalah mereka menghubungkan waktu dengan penerimaan dan kenyataan. Akan kehilangan.
Maka yang tak punya apa-apa, menyusun peringatan baru tentang penerimaan, akan kehilangan.
