Duka

Bukan Duka-Mu abadi.

Duka kita hari ini adalah daftar utang yang bertambah dan makan malam yang entah.

Masing-masing insan bangun pagi dengan dukanya sendiri, menghapus air matanya sendiri dan akhirnya (mungkin) menerima (dengan pahit): bahwa kadang kala ada sesuatu yang tidak dapat diubah.

Pagi ini dengan tergesa, Duka tetap menawarkan kehidupan. Entah diambil atau tidak, ia tidak peduli. Duka bukan perhentian, juga bukan permulaan. Ia menjadi keseharian. Mencintai sehari demi sehari, terluka sehari demi sehari. Begitu seharusnya hidup: tidak selamanya.

Sampai jumpa di stasiun berikutnya.

Duren Kalibata, tengah Oktober 2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *