belajar /bel·a·jar /v 1 berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu: adik ~ membaca; 2 berlatih: ia sedang ~ mengetik; murid-murid itu sedang ~ karate; 3 berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman;~ jarak jauh Dik cara belajar-mengajar yang menggunakan media televisi, radio, kaset, modul, dan sebagainya, pengajar dan pelajar tidak bertatap muka langsung; ~…Continue Reading “bel.a.jar”

Goodbye Path

Goodbye. five years 1.111 moments. Sampai sekarang saya tidak tahu bagaimana model bisnis Path ini. ini Media sosial yang ketiga setelah Friendster dan Multiply tutup sebelumnya. Akun Multiply bisa saya backup dan saya masukkan ke dalam blog ini (www.helvry.com), Friendster tidak ada sisa sama sekali. Sedangkan backup Path tidak bisa saya gunakan. Akhirnya siapa yang…Continue Reading “Goodbye Path”

Dari Ritualisme Iman ke Spiritualitas

Persis pada titik perenungan yang tak biasa. Ketika pesan berduyun-duyun tiba dalam kotak pesan di ruang obrolan whatsapp. Teks-teks berjejalan, berderet mencari makna yang dititipkan si empunya. Ucapan maaf, ungkapan pengakuan atas kekhilafan sepanjang tahun hingga tiba saat tepat (yang dinisbahkan dalam momen diujung ramadhan, jelang hari kemenangan). Fragmen tersebut, sejenak mengajak untuk berziarah ingatan,…Continue Reading “Dari Ritualisme Iman ke Spiritualitas”

Sebuah Cerpen  Menyerahkan Diri Pada Kabut   Oleh: Dian Cahaya   “Tapi aku akan memilih mencintai daripada ketakutan, meski melawan arus norma-norma, sistem nilai, mungkin (juga) agama”  Adakalanya dihadapan kita tidak hanya ada satu jalan, namun kita harus  menghindar dari berbagai semak belukar, lorong-lorong gelap dan sempit, jalanan berliku dan penuh bahaya. Dihadapan kita telah terbentang jalan yang sulit nan panjang….Continue Reading “Sebuah Cerpen “

Jurnal Fotopuisi #8 Percakapan di Ruang Senja

Percakapan di Ruang Senja Barangkali ini adalah catatan yang menggenapi hari dengan tapak perjalanan dalam waktu yang fana takkan ada pesta perayaan kali ini karena beribu hari aku gagal mengeja peristiwa kemarin aku memahaminya melalui senja yang tenggelam dibatas kota untuk apa ada pesta perayaan kali ini? jika sepanjang hari kita bernyanyi-menangis bergembira-bersedih bersama angin…Continue Reading “Jurnal Fotopuisi #8 Percakapan di Ruang Senja”

Jurnal Fotopuisi #7 Yang Tak Terucapkan

Yang Tak terucapkan gemuruh angin membawa kabar tentang perempuan yang memanggul salib hidupnya ia menyeret langkahnya pada pusara takdir dalam sergapan karnaval luka Berkali-kali ia menolak cuaca yang bosan mengabarkannya melalui orkestra air hujan membawanya hanyut hingga ia terdampar dalam kubangan duka beribu kali menolak dingin udara namun kulitnya menerima perih karena dingin yang menusuk…Continue Reading “Jurnal Fotopuisi #7 Yang Tak Terucapkan”