Bonus Lap Cerita #34 Dialektika

Menutup jurnal panjang ini, saya menyadari bahwa yang saya lakukan selama Januari hingga awal Februari ini bukanlah sekadar menulis, melainkan sebuah dialektika batin. Pikiran saya terus berdialog, terkadang berdebat dengan barisan teks di buku filsafat, …

Bonus Lap Cerita #33 Age quod agis

Untukmu, kawan muda yang terpaut dua dekade di belakangku. Hari ini kau duduk di sana, mungkin dengan gugup yang masih tersisa di ujung jari, menatap layar monitor dan tumpukan dokumen yang tinggi. Berbahagialah. Kau beruntung …

Bonus Lap Cerita #32 Eudaimonia

Setiap pagi, saat melangkah masuk ke dalam gedung kantor, saya merasa seperti sedang memasangkan rompi. Di dunia itu, saya seperti mesin yang presisi: berbicara dalam bahasa formal, berpikir lewat skema terstruktur, dan surat-menyurat dengan kalimat …

Bonus Lap Cerita #31 Janus, Februa, dan Sebuah Nama di Balik Cerita

Januari baru saja melambaikan tangan, membawa kita ke depan gerbang Februari. Secara etimologi, Januari diambil dari nama Janus, dewa Romawi yang memiliki dua wajah: satu menatap ke masa lalu, dan satu lagi memandang jauh ke …

30 Hari Bercerita #30 Perjalanan Melipat Waktu

Menapaki setiap cerita selama sebulan ini rasanya seperti melihat diri sendiri di sebuah cermin besar yang jernih. Ada momen di mana saya merasa waktu seolah terlipat. Dalam satu unggahan saya bisa menjadi bocah yang menabung …

30 Hari Bergerak #29 Terus Bergerak

Memasuki Hari ke-30, saya merasa seperti sedang berada di kilometer terakhir sebuah pendakian panjang. Stamina mulai menipis, napas terasa berat, dan godaan untuk berhenti sejenak, yang seringkali berujung pada berhenti seterusnya terasa begitu kuat. Namun, …

30 Hari Bercerita #28 Debere & Credere

Jauh sebelum saya mengenal rumitnya dunia birokrasi dan korporasi, perkenalan pertama saya dengan dunia pencatatan dimulai di sebuah tempat yang bagi saya waktu itu terasa magis: Bank. Sebuah Bank Pemerintah yang paling tua dan ada …

30 Hari Bercerita #27 Leontopodium: Flos in aeternum

Setiap ada kegiatan mendaki gunung, ada satu misi yang selalu saya simpan rapat-rapat: saya harus bertemu dengan Edelweiss. Bagi saya, ia adalah penghibur paling tulus setelah raga dipaksa berjalan jauh melewati batas lelah. Ada keunikan …

30 Hari Bercerita #26 Kesusahan Sehari Cukuplah Sehari

Entah konspirasi semesta macam apa, langit Jakarta hari ini mendadak cerah di tengah bulan yang basah oleh hujan. Bagi saya, ini adalah sebuah panggilan.Tanpa berpikir panjang, saya bergegas. Bukan mengejar kereta, melainkan mengejar sisa-sisa matahari …

30 Hari Bercerita #25 Simfoni di Bawah Pohon Rindang

Bagi seorang introvert, makan siang bukan sekadar urusan mengisi perut. Ini adalah ritual pengisian ulang baterai sosial yang hampir habis. Peta makan siang saya tidak berisi restoran yang viral di TikTok, melainkan titik-titik sunyi yang …