Pelesirun


ribut-ribut orang luar sana mempersoalkan perayaan valentin, terutama di sekolahan. Saya yang kampungan atau gimana….baru ngerti ada perayaan valentin setelah kuliah. Itupun dalam rangka pencarian dana untuk acara kebersamaan mahasiswa baru dengan mahasiswa kakak tingkat.

Tidak ada yang istimewa, memang.

Hari ya begitu-begitu saja. Entahlah saya sedikit memandang skeptis. Dalam budaya populer, valentin tampaknya seperti Natal dimana banyak promo dan harga diskon untuk menaikkan penjualan barang-barang.  Coklat, bunga, buah menjadi komoditas jualan seperti kehilangan makna mendalamnya.

Pagi ini, saya dan teman komplek indekoos ranting Bonzier merayakan jumat val dengan jogging bersama (valentirun) menyusuri jalan utama balai kota bandung hingga taman saparua. Menghirup udara segar dan mendengar burung berkicau adalah pengalaman hayati kasih yang tidak ternilai oleh benda.

Semoga kasih terus mengalir dan tak berhenti tersebar.

Bdg14022020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 1 =