30 Hari Bercerita #30 Perjalanan Melipat Waktu


Menapaki setiap cerita selama sebulan ini rasanya seperti melihat diri sendiri di sebuah cermin besar yang jernih. Ada momen di mana saya merasa waktu seolah terlipat. Dalam satu unggahan saya bisa menjadi bocah yang menabung di Tabanas, di unggahan lain saya menjadi remaja, pemuda, lalu tiba-tiba melompat kembali ke masa kini, menjadi seorang komuter yang mengejar sisa sunset di stasiun. Menulis ternyata adalah mesin waktu yang paling jujur.

Jujur saja, apa yang Anda lihat di sini hanyalah sebagian kecil dari “dapur” penulisan saya.

  • Saya sudah menyiapkan daftar judul yang rapi di awal bulan, tapi faktanya? Hanya sepertiga yang benar-benar terealisasi.
  • Sisanya? Cerita-cerita itu mengalir begitu saja, terinterupsi oleh ingatan yang tiba-tiba menyambar atau momen yang baru saja terjadi.
  • Banyak draf yang tidak berakhir di feed ini, tersimpan rapat karena mungkin terlalu personal atau memang belum waktunya untuk “pulang” ke dalam tulisan.

Mengaitkan satu momen dengan momen lainnya ternyata menjadi berkah tersendiri. Saya belajar menghargai kembali apa itu waktu, kesempatan, dan terutama kesehatan. Setiap orang yang saya jumpai dalam hidup meninggalkan kesan mendalam. Meski belum semua kesan itu sanggup saya tuangkan dalam kata-kata, mereka semua sudah tersimpan rapi dalam jurnal hati saya. Pelan-pelan, mereka akan menemukan jalannya sendiri untuk tertulis.

Mengurai ingatan satu per satu ternyata melelahkan. Rasanya kaki seperti pegal setelah mendaki Sindoro, napas ngos-ngosan seperti mengejar kereta terakhir. Namun, saat menoleh ke belakang, saya hanya bisa bergumam, “Wow, ternyata saya sudah melangkah sejauh ini.”

Foto ini saya ambil suatu waktu menjelang pagi di Stasiun Jatinegara saat berangkat tugas ke Magelang. Selanjutnya, saya sengaja melipir dari hotel hanya demi mengejar matahari terbit. Karena bagi saya, di mana pun ada matahari terbit, di situ selalu ada cerita yang baru, ada harapan yang baru saja disemai.

Januari boleh usai, tapi perjalanan mengenal diri sendiri tidak akan pernah selesai. Terima kasih sudah menemani perjalanan ini.

Selamat menjalani hidup baru bagi kita semua.