Hari ini, 14 Februari, dunia mungkin sedang tenggelam dalam lautan warna merah muda, aroma cokelat yang manis, dan harum mawar yang memenuhi sudut-sudut kota.
Namun, bagi saya, definisi kasih sayang selalu punya “wajah” yang berbeda, wajah yang lebih kokoh, sedikit berdebu, namun luar biasa hangat.
Ingatan saya hari ini terbang jauh ke Takengon. Ke masa di mana orang tua kami memberikan sebuah pelajaran nyata tentang apa itu cinta, tanpa perlu sekali pun mengucapkan kata “Valentine”.
Saat orang lain sibuk merayakan kasih di balik meja makan yang nyaman, saya melihat orang tua saya memilih jalan yang jauh lebih sunyi. Mereka memikul mandat: menyampaikan tali asih kepada saudara-saudara yang terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh Tengah.
Saya teringat bagaimana mereka (yang memasuki masa lansia) bergerak menembus daerah-daerah terisolir. Di wilayah-wilayah terisolasi yang tak terjangkau sinyal ponsel, mereka hadir membawa “sinyal kemanusiaan”: Selimut, Senter, Peralatan hidup untuk memulai kembali napas di atas sisa-sisa reruntuhan.
Dari mereka, saya belajar bahwa kasih sejati adalah sebuah keberanian untuk “hadir”. Cinta bukan hanya tentang siapa yang paling manis berkata-kata, tapi tentang siapa yang paling jauh melangkah untuk menolong.
Bagi para orang tua kami di Takengon, kasih sayang adalah sebuah kerja keras. Ia adalah hati untuk memastikan bahwa orang-orang di tempat “sunyi” itu tahu bahwa mereka tidak sendirian. Mereka mengajarkan bahwa kasih tidak memiliki batas, dan ia akan selalu menemukan jalannya sendiri untuk sampai ke sana, betapa pun sulit jalurnya.
Melihat kembali teladan itu, saya merasa “perayaan” kita hari ini sering kali terlalu tipis. Kita sibuk dengan simbol, namun lupa pada substansi.
Video ini hanya sebagian kecil apa yang telah mereka lakukan untuk saya ingat. Sebagai teladan, sebagai contoh yang patut diteruskan semangatnya untuk menjadi saluran berkat, sehingga kami tahu ke mana harus melangkah saat dunia mulai kehilangan arah.
Selamat merayakan kasih yang nyata. Selamat melanjutkan perjalanan.