
Tampaknya kita terlalu banyak mengingat percakapan
sehingga kala sekelebat citra singgah pada titian ingatan,
kita sadar, ada fana yang menggugat kekal.
Maka mantra yang berulang kita ucapkan: waktu kan selalu punya alasan
menjadi penghibur sesaat, menunggu hujan akhir tahun
pada musim tanam harapan yang akan datang.