Yang menabur dengan mencucurkan air mata, dengan apakah kami akan menuai? Cukuplah Tuhan dengan perkaraMu, air mata kami sudah kering terurai.
Braga 2
Karena hidup begitu rumit mengurusi perut lapar dan waktu yang tergesa-gesa. Aku ingin tidur dalam mimpi yang sederhana. Semeja perjamuan denganmu, sebelum pagi merayap naik.
Pilk ada
Saya hanya sedikit ingin menorehkan catatan saya, sedikit ingatan untuk Bulan Desember 2020. Ada meme yang menggelitik bahwa 2020 itu terdiri dari Januari, Februari, Pandemi, dan Desember. Geli tapi miris. Akhirnya terbukti bahwa apa yang …
Cikole
Tidak ada yang tahu, tahun depannya pandemi kayak apa. Makanya bisa ketawa-ketawa seolah tidak ada apa-apa. Makanya sekarang habis dimarah-marah, ketawa juga aja. Toh tahun depan belum tentu lagi berjumpa.
Gubeng
Suara palu memelan, suara sirine memanggil takzim para kerani dan pegiat logam besi. Barangkali kudapan dan kopi hangat sudah menanti di rumah, sembari mendengar berita hujan di bulan desember. Betapa nikmatnya kesusahan yang selesai sehari. …
Your friend in the journey.
Your friend in the journey. Datang. Sapa. Lamun. Lamun. Sapa. Pergi.
Bur Telege
Desember menjadi bulan penghujung tahun yang dalam hidup kecil saya adalah memasang pohon natal, latihan natal, dan menikmati lagu-lagu natal. Sampai saat ini, pulang adalah suatu kemewahan. Betapa sangat jarang saya pulang ke kota kelahiran …
Advent I
Kali ini tanpa lilin, bunga duka menyeruak di antara tangis dan air mata. “Saya ingin masuk sana” adalah nyanyi kerinduan yang pedih. Pengharapan yang tetap suatu harapan. Berharap dalam luka penantian pertama.
Doa malam 4
Tuhan yang pemurah, Hati kami terkoyak, melihat betapa beringasnya manusia terhadap sesamanya. Sentuhlah hatinya. Hati kami ikut menangis. Hiburkanlah hatinya.
warung koopi
yang satu secangkir tiga puluh empat ribu, yang satunya secangkir lima ribu. Perihal momen adalah usaha mencipta, dimana harga menjadi percuma. catatan di cangkir ketiga. Jumat terakhir di November.