Senin yang merusuh pagi yang tergesa istirahat yang kantuk bangun yang terlambat lambung yang dangdutan mata yang sembab panas yang membakar demi acara di lapangan lebar: sumpah pekerja @hws 281019
senja
Senja tak membeda-bedakan kepada siapa ia akan datangtermasuk pada mata tuan dan puanyang menanti pada suatu kenang hari berganti waktu berlaridaya terbatas melahap peristiwasemoga hikmat dan budimampu mengasah rasa bahwa waktu itu fana, makna terus …
tibapagi
pagi yang menyengat sembilan jam perjalanan roda besi seperti aku tersesat ternyata aku hidup lagi. pasarturi,22102018
doa pagi 1
ajar kami menghitung hari-hari agar kami punya berani hati mri211019
Markingo
Tak perlu kita bertengkar: siapa yang paling hitam, atau siapa yang paling pahit. sepuluh ribu rupiah kau tukar, untuk secangkir ingat agar sepi tak terlalu menggigit. tj.pandan111019
Rayakan
Pada suatu batuk saat rindu tak lagi menjadi candu Hey. tapi tetap jangan lupa rayakan sedikit bahagia dengan secangkir kopi tanpa rasa gula. @cgk170919
di pasar
dari mana, Bung? seorang pria tengah baya menyapa di sebuah pagi minggu yang cerah. betapa suatu sapa adalah suara semesta suatu kata menjelma bahasa suatu doa bersembunyi dari sapa dan kata pasargintung, 25082019
Senja dari Teropong Kota
pada senja ini tetiba teringat ibu pada belasan tahun lalu kala menuju senja perjalanan pulang dari mangga dua meminta turun di depan istana karena hanya dilihatnya hanya dari televisi atau karena itulah namanya tidak bu, …
Pawai
Kemerdekaan seharusnya dirayakan bukan sekedar dengan pawai, tapi dengan belajar….bekerja…. sepanjang waktu agar merdeka dari kebodohan dan kemiskinan dengan utuh.
Swarnadipa
setelah duapuluhempat purnama di Swarnadipa mendengar kembali roda besi yang berderit, menghasilkan kerja meski ada yang tersingkir dan tersisih. memang…. besi menajamkan besi, manusia menajamkan manusia.