Masih gelap. Sebelum pukul lima pagi, kami meninggalkan penginapan dengan sepeda. Udara dingin menusuk, jalanan menanjak, dan lutut mulai goyah. Sepeda tak lagi dikayuh, melainkan didorong perlahan menuju Punthuk Setumbu. Langkah demi langkah diiringi napas …