30 Hari Bercerita #26 Kesusahan Sehari Cukuplah Sehari

Entah konspirasi semesta macam apa, langit Jakarta hari ini mendadak cerah di tengah bulan yang basah oleh hujan. Bagi saya, ini adalah sebuah panggilan.
Tanpa berpikir panjang, saya bergegas. Bukan mengejar kereta, melainkan mengejar sisa-sisa matahari terbenam. Langkah kaki membawa saya ke Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Stasiun LRT Cikoko.

Di atas sana, ternyata saya tidak sendiri. Beberapa orang asing berdiri berjajar, ponsel terangkat serentak, sama-sama terhipnotis oleh pergeseran warna di ufuk barat. Momen magis ini cukup untuk membuat hari terasa lebih hangat. “Kesusahan sehari, cukuplah sehari” batin saya teringat sebuah ayat.

Saat menatap cakrawala yang perlahan gelap itu, saya teringat sebuah kalimat dari Kristen Butler yang terasa begitu nyata sore ini:

“Sunsets are proof that no matter what happens, every day can end beautifully.”
(Senja adalah bukti bahwa apa pun yang terjadi, setiap hari bisa berakhir dengan indah.)

Kepada kamu yang hatinya masih gundah hari ini, tataplah langit sejenak. Selamat menikmati jeda yang indah ini, Kawan.