Yang menabur dengan mencucurkan air mata, dengan apakah kami akan menuai? Cukuplah Tuhan dengan perkaraMu, air mata kami sudah kering terurai.
Category: Puisi
Braga 2
Karena hidup begitu rumit mengurusi perut lapar dan waktu yang tergesa-gesa. Aku ingin tidur dalam mimpi yang sederhana. Semeja perjamuan denganmu, sebelum pagi merayap naik.
Advent I
Kali ini tanpa lilin, bunga duka menyeruak di antara tangis dan air mata. “Saya ingin masuk sana” adalah nyanyi kerinduan yang pedih. Pengharapan yang tetap suatu harapan. Berharap dalam luka penantian pertama.
Doa malam 4
Tuhan yang pemurah, Hati kami terkoyak, melihat betapa beringasnya manusia terhadap sesamanya. Sentuhlah hatinya. Hati kami ikut menangis. Hiburkanlah hatinya.
Doa pagi 21
Tuhan yang Mahamerawat, Terima kasih atas kecukupan. Ajar kami untuk cukup berguna dalam sisa hidup kami. Amin.
Sebelum jam malam
Sebelum riuh malam menyuruh pulang, sekumpulan orang bertukar gambar – dengan senyum kosong – berdiri di depan jalan yang congkak. Di ujung persimpangan ada yang memamerkan kuasa pada kekasih yang sedang memesan bakal kenangan. Di …
Tilik
di bawah matahari, ia temukan masa lampau suatu cerita dalam rahasia-rahasia awan dan dahan pepohonan basah lamunan meluruh suara pecah di udara mari pulang, katanya.
time tunnel
Satu hal yang mestinya menjadi batu pengingat adalahtidak ada perjalanan yang sama,itu menjadi kesaksian hakiki bahwa tiap perjalanan disematkan waktu yang tak pernah sama. semoga kita berbahagiamenjadi manusia yang hidupnya dipenuhi perjalanan baru meski di …
Doa pagi 20
Ajar kami untuk memahami, bahwa kesetiaan akan tumbuh dari bumi dan keadilan akan menjenguk dari langit. Amin.
cuci mata
Jokpin bersabda: “Dilarang ngopi sambil bersedih” Ia benar dalam hal itu, jika terpenuhi dua hal yaitu mata yang tabah dan hati yang tak goyah. Tetapi mata yang tabah perlu banyak latihan melihat. Terlebih melihat yang …