Aku percaya, doa adalah bentuk jeritan hati manusia.
Ada yang terucap, ada yang hanya bergema di dalam dada — namun keduanya sama kuatnya. Doa bukan sekadar rangkaian kata, tetapi bisikan terdalam tentang harapan, syukur, kegelisahan, dan kerinduan. Untuk diri sendiri… dan untuk sesama.
Seperti napas yang kita hirup setiap hari, doa seharusnya bukan hanya dilakukan saat kita membutuhkan sesuatu. Ia adalah ritme hidup, jeda di tengah hiruk pikuk, ruang pulang yang menenangkan.
Berdoalah dengan teratur.
Untuk dirimu.
Untuk orang-orang yang kau kasihi.
Untuk mereka yang bahkan tak meminta didoakan.
Karena doa mungkin tak selalu mengubah keadaan seketika —
tapi ia selalu menguatkan hati yang menjalaninya.