[screenshot]

Di tengah arus disrupsi digital yang melanda industri bisnis, ada teknologi yang hampir semua orang tahu. Pertama adalah teknologi Ctrl C dan Ctrl V. Ini adalah teknologi langka yang abadi. Tanpanya, hidup kita kurang bermakna. Coba bayangkan, jika tidak ada teknologi itu. Umur kita akan sia-sia mengetik ulang kata-kata yang kadang-kadang juga tanpa makna.

Kedua adalah screenshot. Sebuah teknologi yang menjadi referensi masif bagaimana membekukan informasi dalam sebuah ketukan. Screenshot menjadi sumber rujukan, alat bukti, bahan ghibah yang segera menyebar bak virus di kanal-kanal percakapan pribadi atau kelompok, status WA story, history, herstory. Viral. Fatal.

Maka apapun situasinya. Belajar untuk bijaksana adalah kunci. Beberapa screenshot saya di atas adalah mencoba menginformasikan, atau mengarsipkan beberapa hal yang dianggap perlu: Judul buku yang sedang saya baca, ada info menulis di medsos, serta potongan lagu Lukisan pagi Tohpati. Screenshot sama halnya dengan gambar atau foto. Ia adalah alat bantu cerita. Kitalah penceritanya. Meski cerita bualan atau khayalan, cerita nyata atau maya, tak lagi penting. Karena screenshot itu, kita.

sawah besar,190123