Mirror Number

Mumpung hari belum berganti, dikasih tahu sama teman (dan beberapa status di Facebook) yang menyatakan bahwa tanggal hari ini adalah tanggal yang unik.
Yaitu tanggal 1 Februari 2010, yang jika ditulis mmddyyy adalah 01022010, jika dipisah format penulisannya menjadi mmdd-yyyy, hari ini tanggalnya 0102-2010. Perhatikan bahwa 0102 adalah cermin (mirror) dari 2010. Unik yaah…Kapan lagi tanggal ini akan berulang hayooo…wkwkwk


Till We Meet Again

Sekali waktu pernah membaca artikel di Harian Kompas yang menceritakan bahwa kadangkala untuk sesuatu hal yang seharusnya dilakukan, tak perlu mempertanyakan sebab hal itu harus dilakukan. Intinya, terima saja dulu, karena memang sudah ada proses di belakangnya. Saya hanya menuliskan ulang apa yang saya dapat dari membaca artikel itu.

Hal itu berkaitan dengan penggunaan kata “sampai ketemu” yang sesungguhnya tidak punya dasar pembentukan. Bila kata “temu” dianalogikan dengan kata “jumpa”,  dan mendapat imbuhan ber, maka akan bermakna melakukan pertemuan atau melakukan perjumpaan.

Jadi, bila diikutkan dengan kata sampai + berjumpa atau sampai + bertemu, maka akan bermakna sampai melakukan pertemuan (kembali) atau sampai melakukan perjumpaan (kembali). Nah, cenderung kita menggunakan kata “sampai ketemu”, sebagai penutup surat/email atau salam perpisahan dengan rekan/sejawat. Dari analisis sederhana pembentukan imbuhan, ternyata kita bisa buktikan bahwa “ketemu” itu adalah kata yang tidak baku.

Namun, menurut pendapat pribadi saya, masih kurang subjeknya. Masih lebih tepat ungkapan dalam bahasa inggris yang mengatakan till we meet again, dimana komponen kalimat menjadi lengkap karena ada subjek dan predikatnya. Yah..dari kajian yang awam ini, paling tidak menambah wawasan kita.

Sampai kita bertemu kembali…..
 

dinikmatinsazah

teringat sama kawan sebangku pas sma, dia bilang, gimana ya kalau hari di dunia ini hanya hari sabtu sama minggu. jadi kalau hari ini sabtu, eeh besoknya minggu..kalau udah hari minggu,..besoknya sabtu lagi. Dasar anak sekolah, mikirnya libur mulu.Geli juga kalau ingat itu, apalagi kemarin ketemu dengan teman yang sekarang ini masih kuliah di jurangmangu, dia bilang bahwa dia sedang UAS dan itu berarti sebentar lagi libur, ooh..menyenangkan sekali kata itu bagi seorang mahasiswa, paling nggak ada ganjarannya udah capek2 belajar.

yah,, bagi yang masih bisa mendapatkan hari libur, bersyukurlah lah yaa…nikmatin saja, kali aja besok-besok nggak bisa dapat lagi. 🙂

*postingsambilnunggumoodbagus*

Electronic journal


Just for sharing…..Dari hasil googling, saya mendapatkan informasi ini. Sudah bukan rahasia lagi kalau memperoleh akses ke jurnal-jurnal internasional memang harus berlangganan. Biasanya kampus-kampus besar akan berlangganan satu atau beberapa akses jurnal. Baru-baru ini Ditjen Dikti Depdiknas melakukan pengadaan fasilitas e-journal Ebsco secara nasional. Disamping itu, saya juga menemukan di sebuah slide presentasiuser dan password untuk akses journal proquest. Mohon digunakan demi kepentingan ilmu pengetahuan dan tidak disalahgunakan.

Trimakasih.

Proquest: http://proquest.umi.com/login
username:0QFRXDDB36
password: mercubuana

http://web.ebscohost.com
username: ebsco
password: dikti

Tiga gubernur

Di suatu kota ada tiga orang gubernur. Gubernur yang pertama terkenal sebagai pemimpin lembaga yang mengatur stabilitas moneter negeri ini. Gubernur yang kedua terkenal karena memiliki kuasa untuk mengatur sebuah kota yang paling sibuk di nusantara. Gubernur yang ketiga tidak begitu terkenal karena jarang tampil atau memang kurang begitu terkenal di masyarakat atau lembaga yang dipimpinnya kurang begitu populer. Tentunya Anda tahu siapa saja yang dimaksud dengan tiga gubernur itu bukan?

Saya hanya ingin membahas gubernur yang kedua. Perhatikanlah sudu-sudut jalan kota. Banyak sekali billboard berukuran besar yang memajang foto dirinya. Temanya bermacam-macam. Ada foto beliau yang bertema mengucapkan selamat idul fitri, ada yang menghimbau untuk membayar pajak daerah, ada yang mengucapkan dirgahayu republik tercinta, dan billboard-billboard lain yang memajang wajah sang gubernur dengan dibungkus tema yang berbeda-beda.

Bukan apa-apa,saya bukannya iri. Kalau saya mau pamer, saya juga bisa memajang foto diri saya di facebook atau multiply ini. Tapi siapa saya gitu loh…Yang bikin saya kurang simpati adalah banyaknya fotonya yang beredar di jalan-jalan protokol tidak menggambarkan kinerjanya yang prima.Lihat saja, jalur busway dari Tomang sampai ke Cawang belum juga digunakan. Sementara separator busway yang telah dibuat sebelumnya telah menjadi predator, dimana adik saya telah menjadi salah satu korbannya, dan syukurnya tidak parah. Dimana proyek Jakarta Monorail? yang dulu digembar-gemborkan sebagai salah satu solusi mengatasi kemacetan Jakarta yang semakin parah.

Ah..saya tidak mau berkonspirasi dengan mengeluarkan hipotesa yang tidak punya dasar sama sekali. Tapi sebagai warga, saya sendiri merasa ada semacam bentuk komunikasi populer untuk memperkenalkan siapa sebenarnya pemimpin di yang paling berpengaruh…Tapi buat apa sih jika memang pelayanan publik masih payah? jalan masih banyak yang berlubang, ngurus KTP susahnya minta ampun..ah lebih baik saya tetap waspada karena roda zaman menggilas kita kata penyair Ebiet G Ade.

**posting dini hari sebelum tidur**