Warung kopi

Banyak perjumpaan bermula dari berjanji di warung kopi. Selanjutnya secangkir kopi dan sepiring kudapan basa basi.

Maka sihir warung kopi membuat waktu terasa cepat atau terasa lama, bahkan tidak terasa. Meja dan kursi berisikan khayalan yang tak habis-habis meski warung kopi beranjak bergegas memungut bayaran atas panggung lamunan.

Kopi tak lagi pahit. Hanya tertinggal aroma dan bertukar cerita. Tentang lamunan yang tak habis-habis.

2 thoughts on “Warung kopi

  1. Nat says:

    Sering singgah tapi baru kali ini tinggalkan jejak, karena teramat suka dengan unggahan kali ini: singkat penuh makna. ☺️✨

Leave a Reply

Your email address will not be published.