Normal dalam mangkok

Mencoba meresapi bahwa tidak semua kita bisa #dirumahaja karena memang tak ada pilihan. Istilah Normal baru muncul dalam tataean konsep namun menjadi keraguan dan was-was dalam implementasi. Semakin mengukuhkan tidak ada yang pasti dalam dunia ini, namun jika tidak berbuat apa-apa tidak menghasilkan kehidupan. Dalam pergumulan tingkat negara, ketimpangan pendapatan semakin menganga. Kembali soal manajemen … Continue reading Normal dalam mangkok

Ketahanan digital

Bulan Juni telah tiba. Satu semester telah menyapa. Wabah tak kunjung meramah. Menunggu sambil meneropong celah. Biarlah jemaah Sapardi bersorak meriah. Merayakan rintik rindu rahasia yang kering diserap tanah. Mungkin butuh mesin pompa, untuk menguak rahasianya? Perjalanan baru dimulai lagi. Dengan berani. Dalam doaku, "berilah kami hari ini, paket data secukupnya."

minyindiri

aku berpikir maka aku adabegitu kata Descartesaku tidak bekerja semakin aku tidak nyatademikian katamu pada suatu senja jadi tak perlu kita berperkarasiapa yang paling lengang: persimpangan atau ruang pengetahuanaku benci menyendiri dalam ruang sepibak seorang ilmuwan dalam laboratorium semusimnamun aku tak punya nyaliberhadapan muka dengan muka karena aku mau masih hidup berartisetelah itu mati.

Membuka isolasi, menjalin relasi

Di tengah kejadi dan pemberitaan yang masif tentang wabah virus Corona (Covid2019), bagaimana merefleksikan membuka isolasi dan menjalin relasi? Hingga 15 Maret 2020, jumlah kasus positif Covid-19 sudah 117 orang Di Indonesia. Apa fenomena yang terlihat? Berikut pengamatan saya (15/3/2020): di gereja, sudah terlihat berkurangnya jumlah jemaat yang datang. Dari atas altar, saya menghitung sekitar … Continue reading Membuka isolasi, menjalin relasi