30 Hari Bercerita #17 Selembar Rindu yang Tak Lekang Oleh Waktu

Dulu, rindu itu punya berat. Ia berbentuk selembar karton berukuran 10×15 cm, memiliki tekstur, dan harus menempuh perjalanan ribuan kilometer untuk sampai ke pelukan penerimanya.

Sejak ponsel pintar menghuni saku kita, kartupos memang perlahan tergeser zaman. Pesan instan membuat segalanya menjadi… yah, instan. Namun, jangan salah sangka. Di balik kesederhanaannya, kartupos pernah menjadi perekat komunikasi yang paling tangguh di masanya.

Beberapa waktu lalu, di sebuah kafe buku di Solo, saya menemukan sebuah sudut yang menyimpan “harta karun” masa lalu. Mereka menjual benda-benda pos lama yang sudah terisi, termasuk kartupos-kartupos yang sudah lengkap dengan perangko dan pesan di baliknya.
Saya tertegun membaca salah satunya.

Tulisannya sangat puitis, penuh dengan metafora yang indah. Tidak jelas ditujukan kepada siapa, namun dari setiap goresan tintanya, terlihat ada sebuah harapan besar yang dititipkan di sana. Sebuah pesan yang mungkin butuh waktu berminggu-minggu untuk sampai, namun tetap ditulis dengan penuh kesabaran.

Membacanya membuat saya merenung. Bayangkan komunikasi kita hari ini: baru ditinggal tidak membalas pesan sebentar saja, keributan luar biasa sudah terjadi. Kita menjadi manusia yang tidak sabar, yang merasa berhak atas waktu orang lain setiap detik, hanya karena kita punya “centang biru”.

Kita kehilangan seni “menunggu”.

Kartupos mengajarkan kita bahwa rindu yang berkualitas itu butuh proses. Ia butuh waktu untuk ditulis, butuh biaya (perangko), dan butuh kepercayaan bahwa ia akan sampai meski tanpa fitur real-time tracking.

Bagi Anda yang lahir di era digital dan belum pernah mengalami era kartupos, silakan baca pesan dalam foto ini. Inilah “benda masa lalu” yang pernah menjadi penyambung rindu paling jujur.

Inilah bukti bahwa komunikasi yang paling bermakna seringkali adalah komunikasi yang paling sabar.

Jika hari ini Anda harus menulis kartupos untuk seseorang, tanpa ada fitur “read receipt”, kepada siapa Anda akan mengirimnya dan pesan apa yang ingin Anda sampaikan?