30 Hari Bercerita #21 Rekomendasi untuk Dunia yang Bising

Sama halnya dengan makanan; apa yang kita masukkan ke dalam tubuh akan menentukan kualitas kesehatan kita. Jika kita teliti memilih asupan nutrisi agar fisik tetap bugar, seharusnya kita juga punya standar yang sama untuk apa yang kita masukkan ke dalam kepala.
Bacaan yang berkualitas bukan sekadar penambah wawasan, tapi instrumen untuk menajamkan pikiran dan mengolah rasa.

Hari ini, saya tidak ingin merekomendasikan tempat makan viral atau gadget terbaru. Saya hanya ingin merekomendasikan sebuah investasi kecil yang sangat murah untuk dilakukan: Membaca.

oplus_131104

Banyak dari kita mungkin berlangganan Netflix atau YouTube Premium demi hiburan. Itu tidak salah. Namun, bagi saya, membaca adalah cara terbaik untuk “pulang” ke diri sendiri. Dulu, saya selalu menyelipkan 1-2 buku mungil di tas agar praktis. Sekarang, lewat Gramedia Digital, hanya dengan Rp49.000 per bulan, kita sudah punya akses ke ribuan buku.

Kenapa saya memilih membaca saat di LRT atau KRL?


Karena saya merasa waktu saya terlalu berharga jika hanya habis disuapi oleh algoritma reels yang tak berujung. Menonton video di kendaraan umum sering kali menguras energi dan kuota, sementara membaca membuat waktu tunggu terasa lebih bermakna.

Kepala kita perlu diisi. Otak yang sudah lelah mencerna materi rapat atau menghadapi orang-orang yang sulit, butuh “ruang aman” di mana ia tidak dihakimi. Di dalam buku, saya merasa dimengerti.

Tidak perlu muluk-muluk langsung membaca puluhan buku. Cukup targetkan 7-10 halaman setiap hari. Dengan konsistensi sekecil itu, tanpa terasa Anda sudah menamatkan satu buku setiap bulan. Tapi pada akhirnya, yang penting bukan berapa banyak jumlah bukunya, melainkan proses membacanya itu sendiri.

Saya pribadi lebih sering melahap non-fiksi untuk menjaga ketajaman logika. Namun, sesekali saya masuk ke dunia fiksi untuk mengasah empati. Saya ingat pernah khusus berlangganan paket fiksi demi menyelesaikan proyek “baca bareng” novel Laut Bercerita dengan seorang rekan—yang mungkin sekarang sudah jauh bacaannya di depan saya.

oplus_131104

Investasi 50 ribu sebulan ini mungkin terdengar sepele, tapi dampaknya luar biasa. Ia menolong saya menemukan diri sendiri dan membuat tulisan-tulisan ini mengalir lebih lancar. Perut butuh makan, tapi pikiran butuh sastra dan fakta agar tidak naif dan tetap punya empati.

Ini hanya sebuah rekomendasi. Anda bebas melakukan apa pun yang membuat Anda tetap waras. Tapi percayalah, kepala yang terisi dengan baik akan menghasilkan hidup yang (sedikit) lebih tertata.