Sudah dua puluh dua tahun Ibu berpulang. Waktu memang berjalan cepat, tapi ada hal-hal yang tetap tinggal seperti ingatan kecil tentang bagaimana Ibu dulu berusaha memberi ruang bagi anak-anaknya untuk mengenal musik, meski beliau sendiri tak bisa menyanyi.
Saya masih ingat, pernah minta diajarin not angka, tapi Ibu menggeleng sambil tertawa kecil, “Mamak nggak bisa.” Tapi di balik itu, beliau bersikeras supaya ada satu di antara kami yang bisa musik. Pernah bahkan ia minta saya ikut kursus kilat waktu libur di Medan. Sayangnya, kursus itu tidak jadi ada.
Jadilah saya belajar sendiri, otodidak. Tidak jago, tapi cukup tahu sedikit, dan itu pun saya maksimalkan. Hidup memang begitu, kan? Kadang tidak dimulai dari kemampuan, tapi dari niat kecil dan extra effort yang pelan-pelan tumbuh jadi sesuatu yang menyenangkan.
Dulu saya tidak bisa baca not, sekarang bisa. Tidak bisa nyanyi, sekarang bisa sedikit. Dan ternyata… menyenangkan punya skill baru, sekecil apa pun. Hidup jadi lebih berwarna.
Lucunya, sekarang keponakan saya, Elona, juga mulai suka bernyanyi. Ia sering meniru lagu-lagu yang ia dengar. Lagu yang satu ini — Ambilkan Bulan, Bu — adalah favoritnya. Awalnya nyanyiannya berantakan, tapi setelah dilatih oleh Bang Ronald, jadilah rekaman kecil ini.
Selamat mendengarkan
Untuk mengenang Ibu yang kini sudah 22 tahun di surga.
Semoga lagu ini sampai juga di sana.