Merdeka

Halo.

Sudah setahun lebih pandemi dan tidak ada tanda-tanda akan berhenti. Antara dan takut dan bosan sebetulnya. Kala jalan diberi aral melintang, masih tersisa trotoar yang dulunya ramai dengan penjual casing HP, selfie stick, bahkan anjing dan ular. Kini sepi menari.

Dari tempat yang sama aku melihat kembali, dengan potongan-potongan peristiwa. Berusaha aku menjahitnya, namun tampaknya potongan itu ingin utuh dalam waktunya.

Aku mereka-reka, apakah tiap cerita perlu diberi penanda, contohnya: Indah. Rasanya tak pas. Terlalu ikut arus utama. ganti dengan Matah.

Begitu.

Markipul.

One thought on “Merdeka

  1. nat says:

    Sambal matah emang enak, tapi kalau kebanyakan bisa buat perut panas dan mulas.
    Ayo coba sambal matah di Denpasar, Bli Epi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *