Tirtosari

Sekelebat hadir lagi album kenangan setelah habis hujan. Bahwa bahagia itu sederhana sesungguhnya tidak ada. Ia bercampur dalam lautan perasaan yang luas, tak terikat pada definisi.

Waktu merayap lambat pada lantai dingin ruang itu. Setiap gerak pintu dan suara seperti lonceng penghenti detak jantung. Malam-malam lebih panjang dari biasanya. Setiap celah waktu adalah satu kesempatan. Sampai waktunya tiba: selamat berkumpul.

Sebuah lembar pengingat menawarkan tamasya ke masa lalu;

Padahal, paginya ada lautan air mata.

Medan, September 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *