Goodbye. five years 1.111 moments. Sampai sekarang saya tidak tahu bagaimana model bisnis Path ini. ini Media sosial yang ketiga setelah Friendster dan Multiply tutup sebelumnya. Akun Multiply bisa saya backup dan saya masukkan ke …
Category: Journey
Dari Ritualisme Iman ke Spiritualitas
Persis pada titik perenungan yang tak biasa. Ketika pesan berduyun-duyun tiba dalam kotak pesan di ruang obrolan whatsapp. Teks-teks berjejalan, berderet mencari makna yang dititipkan si empunya. Ucapan maaf, ungkapan pengakuan atas kekhilafan sepanjang tahun …
Perjalanan
Seperti apa perjalanan ke dalam diri? Adalah dengan berdiam dan membiarkan semesta berbicara dalam keheningan. Di mana Penguasa semesta ini? Ia ada dalam diri dan jagat Raya. Perjalanan ke dalam diri tidak akan menemukan siapapun, …
Jurnal Fotopuisi #8 Percakapan di Ruang Senja
Percakapan di Ruang Senja Barangkali ini adalah catatan yang menggenapi hari dengan tapak perjalanan dalam waktu yang fana takkan ada pesta perayaan kali ini karena beribu hari aku gagal mengeja peristiwa kemarin aku memahaminya melalui …
Jurnal Fotopuisi #7 Yang Tak Terucapkan
Yang Tak terucapkan gemuruh angin membawa kabar tentang perempuan yang memanggul salib hidupnya ia menyeret langkahnya pada pusara takdir dalam sergapan karnaval luka Berkali-kali ia menolak cuaca yang bosan mengabarkannya melalui orkestra air hujan membawanya …
Jurnal Fotopuisi #6 Doa di Padang Ilalang
*Doa di Padang Ilalang* . Telah ku panggul salibku dalam merenda hari depan, Meski ku terseok-seok dan selalu harus pulang pada tembok ratapan. . Tak ada yang mampu memastikan bahwa rindu dan cinta tak mungkin …
Jurnal Fotopuisi #5: Tak ada Tempat (lagi) Bagi Kehilangan
*Tak ada Tempat (lagi) Bagi Kehilangan* Telah kujelajahi banyak tanah tempat manusia mengarungi hidup, tempat rindu dendamnya berkubang. . Jejak tanah basah antara Parapat dan pulau Samosir bentang alam Danau Toba kulewati dalam karnaval ingatan …
Jurnal Fotopuisi #4 Matahari Terbit dari Takengon
Matahari Terbit dari Takengon Hangat sinar mentari mendekap udara yang dingin Awan berbisik mesra dengan gumpalan menari-nari dipelupuk mata Pagi itu tibalah sebuah pesan darimu, kekasih. Pesanmu adalah nasihat bijak bagi hidup yang kita aliri …
Jurnal Fotopuisi #3: Orang-orang yang berjalan
Orang-orang yang berjalan . Hidup adalah permainan layang-layang Demikian Kuntowijoyo meracik kata dalam cerpen “Dilarang mencintai bunga-bunga” orang-orang berjalan mengikuti langkah kaki setia pada degup jantung juga suara hati. orang-orang berjalan mencari penghidupan karena tak …
Jurnal Fotopuisi #2 Janji
Kepada jalan setapak yang disesaki lautan manusia dan kendaraan di Kota Medan Jalan panjang yang terhampar antara Siantar-Tebing tinggi-Parapat hingga tiba di Pelabuhan Ajibata Angin bertiup menyapu dedaunan yang berserakan di tanah Ia berjanji tak …