Di ruang kerja saya, menyusun strategi mitigasi dan menjaga segala sesuatunya tetap dalam kendali adalah makanan sehari-hari. Kita dilatih untuk menggenggam erat apa yang kita miliki dan memastikan tidak ada yang terlepas dari rencana. Namun, …
40 Hari Mencari Makna #4 Tubir Laut dan Pengampunan
Suatu saat, saya merapikan koleksi foto-foto di ponsel dan cloud storage, pandangan saya terhenti pada sebuah jepretan tahun lalu, potret lautan lepas dengan matahari yang sedang bersiap tenggelam di ufuk barat. Ada ketenangan yang magis …
40 Hari Mencari Makna #3 Puncak dan Lembah Duka
Sabtu lalu, napas dan fisik saya sebenarnya sudah disiapkan untuk sebuah perjalanan panjang. Saya dan sahabat saya, Mas Widi, sudah merencanakan untuk menanjak Gunung Pangrango. Rencana ini bagi saya, ini sangat personal: gunung pertama yang …
40 Hari Mencari Makna #2 Notifikasi Sunyi dan Hati yang Dicipta Kembali
Saya baru tahu bahwa ada sebuah fitur di Direct Message Instagram di mana kita bisa membuat nickname atau nama panggilan khusus untuk salah satu kontak. Sebuah nama baru yang bisa lekas disapa, sesuatu yang lebih …
40 Hari Mencari Makna #1 Rabu Abu dan Jalan Spiritual
Kemarin pagi, langkah saya sedikit terhenti di peron LRT Harjamukti. Di tengah deretan wajah kantuk yang menunggu kereta, pandangan saya tertuju pada seorang perempuan. Ada torehan abu berbentuk salib di dahinya. Sejenak saya membatin, “Misa …
Nyatakan Kasih
Hari ini, 14 Februari, dunia mungkin sedang tenggelam dalam lautan warna merah muda, aroma cokelat yang manis, dan harum mawar yang memenuhi sudut-sudut kota. Namun, bagi saya, definisi kasih sayang selalu punya “wajah” yang berbeda, …
Memoria
Kemarin Jakarta kembali berbaik hati. Di atas derit gerbong LRT yang meluncur membelah langit sore, saya berhasil “mencuri” lagi satu momen sunset. Lumayan, satu lagi kepingan cahaya untuk menambah koleksi di galeri ponsel yang kian …
Bonus Lap Cerita #34 Dialektika
Menutup jurnal panjang ini, saya menyadari bahwa yang saya lakukan selama Januari hingga awal Februari ini bukanlah sekadar menulis, melainkan sebuah dialektika batin. Pikiran saya terus berdialog, terkadang berdebat dengan barisan teks di buku filsafat, …
Bonus Lap Cerita #33 Age quod agis
Untukmu, kawan muda yang terpaut dua dekade di belakangku. Hari ini kau duduk di sana, mungkin dengan gugup yang masih tersisa di ujung jari, menatap layar monitor dan tumpukan dokumen yang tinggi. Berbahagialah. Kau beruntung …
Bonus Lap Cerita #32 Eudaimonia
Setiap pagi, saat melangkah masuk ke dalam gedung kantor, saya merasa seperti sedang memasangkan rompi. Di dunia itu, saya seperti mesin yang presisi: berbicara dalam bahasa formal, berpikir lewat skema terstruktur, dan surat-menyurat dengan kalimat …