Seringkali, ruang rapat berubah menjadi panggung teater. Lampu diredupkan, cahaya proyektor menyorot ke layar, dan sang presenter mulai merapalkan “mantra-mantra” korporat. Tiba-tiba, ruangan dipenuhi oleh kata-kata yang terdengar canggih, mengilap, dan seolah-olah mengandung kebijaksanaan tingkat …
Category: 30 Hari Bercerita
30 Hari Bercerita #7 Sebuah Amplop Terbuka Untukmu
Anggaplah layar ponsel Anda saat ini adalah sebuah amplop. Bayangkan Anda baru saja menerimanya. Rasakan tekstur kertasnya di ujung jari Anda. Ada sedikit ketegangan saat Anda membuka segelnya perlahan, lalu menarik keluar secarik kertas di …
30 Hari Bercerita #4 Dengan Apakah Anda Memasak Hari Ini?
“Kembali ke zaman tahun 1970-an. Masak pakai kayu bakar karena gas langka dan harganya selangit,” tulis Ayah di grup WhatsApp keluarga pagi ini. Membaca pesan dari ayah, saya tidak tahu harus tertawa atau sedih. Di …
30 Hari Bercerita #3 Dimana Rumahmu Berada, Disitulah Hatimu Berada
“Di mana rumahmu?” seringkali bukan sekadar pertanyaan tentang koordinat GPS. Di balik jawaban kita, sering ada pernyataan terselubung tentang status, pencapaian, dan identitas. Rumah adalah kebanggaan yang kita pamerkan kepada dunia. Namun, bagi saya, pelajaran …
30 Hari Bercerita #2 Menemukan Kehidupan di Stasiun dan Perjalanan
Ada satu tempat di mana manusia paling jujur dengan perasaannya: Stasiun. Stasiun adalah tempat di mana drama kemanusiaan dipentaskan tanpa naskah.Berkali-kali, dalam penugasan dinas saya di stasiun, saya berhenti sejenak hanya untuk menyaksikan momen-momen itu. …
30 Hari Bercerita #1 Mengapa Bercerita?
Seringkali, di ruang rapat korporat atau dalam obrolan serius dengan sahabat, kita terbiasa membombardir lawan bicara dengan fakta, data, dan nasihat “bijak”. Tapi, cobalah jujur, berapa banyak dari semua itu yang benar-benar menempel dan mengubah …