Nak.
Tetaplah ingat, agar kau terus berpegang pada harapan.

Terkadang melepaskan adalah salah satu cara agar kau tidak tertekan. Hidupmu sangat berharga.
Suatu hari kelak, kau akan kembali bahagia. Seperti menemukan ladang bunga matahari, yang tersenyum padamu. Suatu hari kelak, kau akan bersama-sama orang yang kau cintai dan mencintaimu, dengan semangkuk bubur, cerita, dan tawa yang hangat.
Jadilah teman bagi diri sendiri, balut luka-luka dan terimalah bahwa engkau terus menerus dalam proses menghayati belas dan cinta kasih yang menyembuhkan.
Seperti matahari, yang besok dan seterusnya akan menyapa setiap insan, bangkit dan lanjutkan hidupmu.
Aku mengasihimu.
- The Agony of Match
- Menemukan Makna dalam Perjalanan Kecil ke Gunung Luhur
- Mengingat Ulang Tahun, Mengingat Orang-orang yang Pernah Membentuk Kita
- Foto Lama dan Jalan yang Tidak Pernah Benar-Benar Direncanakan
- Gunung Ungaran via Parantunan
- Baca Selengkapnya di Caption
- Krakatau, 143 Tahun: Ketika Sejarah Kembali Datang
- Burung Berkicau: Buku Lama yang Tetap Relevan untuk Zaman yang Terus Berubah
- New project – Digital Library
- Pejompongan yang Tak Lagi Sama
